Kualitas Udara Buruk, ISPA di Kaltara Tembus 1.049 Kasus

Iwan RT • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 13:34 WIB
KABUT ASAP: Penggunaan masker diimbau kepada masyarakat saat beraktivitas di luar ruangan. FOTO: IWAN K/RADAR TARAKAN
KABUT ASAP: Penggunaan masker diimbau kepada masyarakat saat beraktivitas di luar ruangan. FOTO: IWAN K/RADAR TARAKAN

TANJUNG SELOR – Kualitas udara yang buruk terjadi di sejumlah wilayah di Kalimantan Utara (Kaltara) belakangan ini berdampak pada kesehatan masyarakat, salah satunya peningkatan jumlah paparan infeksi saluran pernafasan akut (ISPA).

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltara, pada minggu ke-35 atau periode 30 Agustus – 5 September 2026 tercatat 1.049 kasus ISPA. Lonjakan kasus ini mulai terlihat sejak minggu ke-34 atau periode 23-29 Agustus 2026 yang berada di angka 497 kasus.

“Di minggu ke-35 itu ada 1.049 kasus ISPA. Ini lebih dua kali lipat dibanding minggu ke-24 yang masih 497 kasus. Jadi dalam seminggu itu naiknya cukup tinggi,” ujar Kepala Dinkes Kaltara, Usman kepada Radar Tarakan saat dikonfirmasi, Kamis (17/9).

Sementara untuk di minggu ke-33 sebanyak 140 kasus dan di minggu ke-32 sebanyak 103 kasus. Kasus tersebut turun di minggu ke-36 yang tercatat hanya 11 kasus. Namun, kondisi ke depan masih terus dipantau karena kualitas udara belakangan ini kembali memburuk.

“Tingginya kasus di minggu ke-35 itu merupakan bagian dampak dari kabut asap yang terjadi belakangan ini. Ini kami masih terus lakukan pemantauan,” tuturnya. 

Selain pemantauan, upaya penanganan juga terus dilakukan oleh pihak kesehatan. Usman menyebutkan bahwa penanganan masalah kesehatan itu akan dilakukan lewat fasilitas kesehatan (faskes) yang ada, seperti Puskesmas dan rumah sakit terdekat.

“Kita juga berharap ada upaya pencerahan di masyarakat, seperti menggunakan masker dan lain sebagainya saat beraktivitas di luar rumah,” pungkasnya. (iwk)

Editor : Azward Halim
kaltara