54 Desa di Kaltara Tertinggal, Akses Jalan hingga Mitigasi Bencana Jadi PR

Iwan RT • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 13:30 WIB
Kepala DPMD Kaltara, Obed Daniel. FOTO: DKISP KALTARA
Kepala DPMD Kaltara, Obed Daniel. FOTO: DKISP KALTARA

TANJUNG SELOR - Kalimantan Utara (Kaltara) menduduki peringkat pertama nasional dalam persentase data bersih hasil pemutakhiran indeks desa tahun 2026. 

Capaian ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota bersama dengan pemerintah desa dalam menyediakan data yang akurat dan valid. 

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kaltara, Obed Daniel Lumban Tobing pada Selasa (15/9) berdasarkan hasil penilaian yang diterima Kaltara. 

Kendati demikian, tercatat masih ada 54 desa di Kaltara berstatus tertinggal, yang mana secara keseluruhannya berada di Kabupaten Nunukan, utamanya di wilayah perbatasan dan pedalaman. 

Secara umum, PR utama yang dihadapi sehingga desa tersebut masih berstatus tertinggal cukup banyak, mulai dari kendala akses jalan, sinyal, layanan dasar, hingga kesiapsiagaan dan mitigasi bencana. 

Ada beberapa indikator yang masih perlu diperkuat untuk menaikkan status desa tertinggal ini, di antaranya fasilitas umum, ruang publik, perpustakaan desa, akses jalan, jaringan komunikasi, pendidikan keterampilan, hingga akses ekonomi.

"Termasuk penguatan lembaga ekonomi desa, layanan keuangan, BUMDes, perbankan, pengelolaan sampah, hingga kesiapsiagaan dan mitigasi bencana juga masih jadi PR," ujar Obed. 

Terhadap persiapan ini, pihaknya dari DPMD Kaltara akan terus melakukan pendampingan setiap tahun bersama dengan pemerintah kabupaten, salah satunya lewat forum diskusi. 

Di sini sejumlah pihak terkait akan dilibatkan, seperti Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup, termasuk pihak swasta. 

Selain desa tertinggal, di Kaltara saat ini juga tercatat sudah ada 222 desa berstatus berkembang, 87 desa maju dan 84 desa mandiri. Dari total 447 desa di Kaltara, sudah tidak ada desa sangat tertinggal. 

"Kita akan perkuat kolaborasi untuk membangun desa, termasuk dengan melakukan pendekatan pentahelix. Harapan kita di tahun 2027 desa tertinggal di Kaltara berkurang, serta desa maju dan mandiri bertambah," pungkasnya. (iwk)

Editor : Azward Halim
kaltara