TANJUNG SELOR – Sebanyak 86 aparatur sipil negara (ASN) di Kalimantan Utara (Kaltara) mengikuti ujian dinas tingkat I dan ujian penyesuaian kenaikan pangkat (UPKP) tahun 2026 di Tanjung Selor, Rabu (16/9).
Berdasarkan data Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kaltara, 86 ASN yang ikut ujian dinas dan UPKP ini terdiri dari 48 orang dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara, 21 orang dari Kabupaten Bulungan, 12 orang dari Kabupaten Tana Tidung dan 5 orang dari Kabupaten Nunukan.
Sekretaris Provins (Sekprov) Kaltara, Denny Harianto mengatakan, kegiatan ini merupakan momentum penting untuk memperkuat kualitas para ASN di tengah era globalisasi yang menuntut untuk semakin cerdas, tangkas dan proaktif dalam memberikan pelayanan publik.
Ditegaskannya, sebagai unsur aparatur negara, pegawai negeri sipil (PNS) memiliki peran yang sangat strategis dalam penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan daerah, serta pelayanan kepada masyarakat, tak terkecuali di provinsi ke-34 Indonesia ini.
“Oleh karena itu, peningkatan kompetensi dan profesionalisme PNS mutlak harus terus didorong sebagai bagian dari pengembangan karier dan peningkatan kualitas sumber daya aparatur,” ujar Denny di sela pembukaan ujian dinas dan UPKP tersebut.
Sebagai fondasi penting dari sistem pembinaan karier PNS, ujian dinas berfungsi sebagai syarat administratif bagi PNS yang akan naik pangkat setingkat lebih tinggi. Sedangkan UPKP merupakan jalur evaluasi bagi PNS yang telah berhasil memperoleh ijazah pendidikan yang lebih tinggi dari jenjang pangkat dan golongannya saat ini.
“Jangan kita memaknai kegiatan ini hanya sekadar sebagai formalitas pemenuhan syarat administratif untuk naik pangkat. Lebih dari itu, jadikan momentum ini sebagai ‘cambuk’ untuk terus meningkatkan kapasitas, profesionalisme, integritas dan kualitas kinerja,” imbuhnya.
Ia juga berpesan kepada para ASN yang mengikuti ujian dinas dan UPKP ini agar dapat menjunjung tinggi nilai integritas dan kejujuran. Kepada tim penguji, ia meminta proses ini dikawal agar berjalan secara transparan, objektif dan sesuai dengan tata tertib yang berlaku.
“Pada prinsipnya Pemprov Kaltara berkomitmen untuk terus melakukan pembinaan aparatur dan penerapan prosedur kepegawaian yang berbasis sistem merit. Semoga lewat kegiatan ini lahir ASN yang berkompeten sekaligus berakhlak,” pungkasnya. (iwk)
Editor : Azward Halim