TANJUNG SELOR - Perkembangan teknologi digital yang terjadi begitu cepat membuat generasi muda harus memiliki kemampuan lebih dari sekadar mengoperasikan gawai, termasuk di Kalimantan Utara (Kaltara).
Di tengah derasnya arus informasi, generasi muda dituntut untuk mampu memilah dan memilah informasi, menjaga keamanan diri, sekaligus dapat memanfaatkan teknologi untuk hal-hal yang bersifat produktif.
Pesan ini disampaikan Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Provinsi (Setprov) Kaltara, Sapi’i saat membuka sosialisasi literasi digital bagi pelajar se-Kabupaten Bulungan di Tanjung Selor, Selasa (15/9).
Mengusung tema ‘Gen Z Cerdas Digital: Bijak Bermedia, Aman Berinternet, Produktif Berkarya’, kegiatan ini menjadi ruang penting bagi pemerintah untuk membekali pelajar dalam menghadapi berbagai peluang sekaligus risiko di dunia digital.
Memang ada banyak manfaat dari kemudahan dalam mengakses informasi seperti saat ini, salah satunya sebagai media untuk mendukung proses belajar mengajar. Tapi, jika tidak digunakan secara bijak, tentu ruang digital ini juga banyak dampak negatifnya.
“Makanya kita memberikan bekal etika dan keamanan bagi pelajar untuk masuk ke ruang digital agar mereka bijak menggunakan media sosial,” ujar Sapi’i.
Ia juga mengingatkan kepada generasi muda, utamanya para pelajar agar bisa menyaring informasi yang diterima sebelum disebarkan atau dibagikan dan juga jangan mudah percaya pada informasi yang belum jelas kebenarannya.
Dijelaskannya, perlunya etika di sini karena penggunaan teknologi itu harus dilakukan secara bertanggung jawab. Hal ni dinilai penting mengingat setiap aktivitas di ruang digital itu pasti meninggalkan rekam jejak.
Sementara untuk keamanan sendiri, para pelajar diharapkan tidak sembarangan membagikan informasi sensitif, seperti kata sandi, nomor identitas, ataupun lokasi secara langsung, terlebih kepada orang yang tidak dikenal.
“Saya ingin generasi muda ini tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tapi juga mampu menghasilkan karya yang positif dan inovatif, seperti mempelajari keterampilan baru dan membangun usaha digital,” tuturnya.
Oleh karena itu, diharapkan kegiatan yang dilakukan ini dapat berlangsung interaktif dan memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), khususnya generasi muda di provinsi ke-34 Indonesia ini. (iwk)
Editor : Azward Halim