TANJUNG SELOR - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) mencatat total aset tetap yang dimiliki berdasarkan laporan tahun 2025 sebesar Rp 10,6 triliun. Berdasarkan data Banda Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kaltara, nilai ini mengalami kenaikan sekitar Rp 200 miliar jika dibandingkan dengan nilai aset tetap tahun 2024 yang masih di angka sekitar Rp 10,44 triliun.
Kondisi ini disampaikan Kepala Sub Bidang Penatausahaan Aset BKAD Kaltara, Windha Afrina saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu. Saat ini, Pemprov Kaltara melalui BKAD tengah mengecek kesesuaian dokumen dan keberadaan dari aset tersebut. “Aset tetap Rp 10,6 triliun ini merupakan kondisi terakhir setelah proses pencatatan dan rekonsiliasi aset,” ujar Windha, awal September 2026 ini.
Adapun aset tetap yang dimiliki Pemprov Kaltara itu di antaranya gedung dan bangunan, tanah, peralatan dan mesin, jaringan dan irigasi, jalan, serta konstruksi dalam pengerjaan. “Ini akan kita tertibkan dari sisi administrasi. Setiap pertambahan aset, itu harus dicatatkan secara tetap dan yang terpenting itu harus ada dokumen pendukungnya. Harus dipastikan keberadaan dan statusnya harus jelas,” kata Windha.
Selain aset tetap, juga ada kelompok aset lain yang dimiliki Pemprov Kaltara, di antaranya aset tidak berwujud seperti software dan hasil kajian. Posisi pada triwulan pertama tahun 2026, kelompok aset lainnya tercatat sekitar Rp 632,27 miliar.
“Dari sisi aset kita mengalami peningkatan, tentunya hal ini juga menuntut kita untuk terus menertibkan pencatatan aset agar keberadaannya dapat dipertanggungjawabkan,” tuturnya.
Dengan begitu, pihaknya dari BKAD Kaltara terus mendorong perangkat daerah untuk mencatat dengan teliti setiap aset yang dimiliki. Hal ini penting agar data yang dilaporkan di sistem, memiliki kesesuaian dengan dokumen administrasi dan keberadaannya.
“Pada prinsipnya, penatausahaan menjadi hal yang penting agar setiap aset yang dimiliki dapat dibuktikan keberadaannya, bukan hanya sekedar tercatat dan muncul dalam bentuk angka atau nominal yang cukup besar,” pungkasnya. (iwk)
Editor : Azward Halim