Bertahan Lima Jam di Kategori Sedang, Kualitas Udara di Tanjung Selor Kembali Tidak Sehat

Iwan RT • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 18:36 WIB
UPDATE: Kualitas udara di wilayah Tanjung Selor saat ini masih dalam kategori tidak sehat. FOTO: IWAN K/RADAR TARAKAN
UPDATE: Kualitas udara di wilayah Tanjung Selor saat ini masih dalam kategori tidak sehat. FOTO: IWAN K/RADAR TARAKAN

TANJUNG SELOR – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tanjung Harapan terus melakukan update kondisi kualitas udara di wilayah Tanjung Selor Ibu Kota Kalimantan Utara (Kaltara) menggunakan alat PM 2.5.

Data yang diterima Radar Tarakan berdasarkan update Senin (7/9) pukul 12.00 Wita, kualitas udara di wilayah Tanjung Selor berada dalam situasi kategori sedang dengan nilai konsentrasi 37.8 µg/m3. Namun, kualitas udara dengan kategori sedang ini hanya bertahan lima jam.

Hal tersebut ditunjukkan dengan update kualitas udara di wilayah Tanjung Selor pada pukul 17.00 Wita yang menunjukkan nilai konsentrasi kembali naik ke angka 64.4 µg/m3 atau dalam status kategori tidak sehat.

Dalam penilaian indeks kualitas udara menggunakan PM 2.5 ini, kualitas udara kategori sedang berada pada kisaran 15.5 – 55.4 µg/m3. Sedangkan 55.5 – 150.4 µg/m3 menunjukkan kualitas udara sudah berada pada kategori tidak sehat.

Kemudian, di bawah dari 15.5 µg/m3 menunjukkan kondisi kualitas udara baik. Sedangkan pada kondisi 150.4 – 250.4 µg/m3 sudah masuk kategori sangat tidak sehat, serta 250.5 µg/m3 ke atas berarti kualitas udara di wilayah tersebut sudah kategori berbahaya.

Adapun kualitas udara yang masih berada dalam kategori tidak sehat tersebut disebabkan oleh terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang hingga saat ini masih terus dilakukan pemadaman oleh petugas, salah satunya dari Dinas Kehutanan (Dishut) Kaltara.

Bahkan, beberapa waktu lalu Gubernur Kaltara, Zainal A Paliwang pun sempat ikut turun secara langsung melakukan pemadaman api pada sebuah lahan yang terbakar di wilayah Selimau, Kabupaten Bulungan.

Terhadap penanganan karhutla, Gubernur Zainal meminta kepada seluruh petugas dan relawan untuk tetap mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Kondisi asap yang pekat dan medan yang berat dinilai membutuhkan kewaspadaan tinggi.

“Saya minta semua petugas dan relawan tetap mengutamakan keselamatan dan menjaga kesehatan,” ujar Gubernur Zainal.

Orang nomor satu di Kaltara ini juga menegaskan bahwa penanganan karhutla tidak cukup hanya dilakukan pihak-pihak tertentu, melainkan perlu adanya kerja sama dan respons cepat seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, TNI/Polri hingga masyarakat.

“Saya mengapresiasi personel gabungan yang terus bekerja untuk memadamkan api. Penanganan karhutla adalah tanggung jawab kita bersama, jadi terima kasih kepada semua petugas, relawan dan masyarakat yang bersama-sama terus memadamkan api,” pungkasnya. (iwk)

Editor : Azward Halim
karhutla BMKG Tanjung Harapan kualitas udara