262,54 Hektare Hutan dan APL di Kaltara Terdampak Karhutla, Paling Banyak di Bulungan

Iwan RT • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 15:02 WIB
PENANGANAN: Petugas saat melakukan proses pemadaman di salah satu titik kebakaran di Tanjung Palas Timur. FOTO: DISHUT KALTARA UNTUK RADAR TARAKAN
PENANGANAN: Petugas saat melakukan proses pemadaman di salah satu titik kebakaran di Tanjung Palas Timur. FOTO: DISHUT KALTARA UNTUK RADAR TARAKAN

TANJUNG SELOR – Dinas Kehutanan (Dishut) Kalimantan Utara (Kaltara) mencatat kawasan hutan dan areal penggunaan lain (APL) yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (kahutla) di Kaltara per 31 Agustus 2026 seluas 262,54 hektare.

Total yang terdampak ini terdiri dari hutan produksi seluas 63,79 hektare yang diketahui merupakan areal konsesi perusahaan, kemudian hutan lindung di Tarakan seluas 2,5 hektare, serta yang paling luas itu merupakan APL, yakni 196,25 hektare.

Kepala Dishut Kaltara, Nur Laila mengatakan, total hutan dan APL yang terdampak itu tersebar di empat kabupaten/kota yang ada di Kaltara, dengan daerah yang paling luas berada di Kabupaten Bulungan dengan jumlah 223,43 hektare.

Kemudian disusul Kota Tarakan dengan luasan 28,36 hektare, lalu Kabupaten Tana Tidung 6,25 hektare dan Kabupaten Malinau 4,50 hektare. Sedangkan untuk di Kabupaten Nunukan tidak ada terjadi karhutla hingga 31 Agustus 2026.

“Baru-baru ini ada informasi lagi di kawasan KIPI (di Tanjung Palas Timur) itu ada sekitar 900 hektare yang terbakar. Tapi ini masih mau divalidasi lagi ke mereka (KIPI, Red),” ujar Nur Laila kepada Radar Tarakan saat ditemui di Tanjung Selor, Kamis (3/9).

Dijelaskannya, untuk hutan produksi yang terbakar, yang merupakan wilayah konsesi perusahaan, itu dari pihak penegakan hukum (gakum) kehutanan sudah ikut turun melakukan evaluasi ke beberapa perusahaan yang berkaitan.

Sementara untuk titik panas yang terpantau di provinsi ke-34 Indonesia ini, sepanjang Agustus 2026 itu untuk yang kategori high ada 246 titik dan yang medium 4.620 titik.

“Jadi sepanjang Agustus ini ada lebih dari 4 ribu titik panas yang terpantau di Kaltara. Pastinya, apa yang dilakukan sejauh ini merupakan bagian dari komitmen Pemprov Kaltara untuk menangani karhutla yang terjadi di Kaltara,” pungkasnya. (iwk)

Editor : Azward Halim
karhutla kabut asap Dishut Kaltara