TANJUNG SELOR – Tarif angkutan laut dan komoditas pangan masih menjadi pemicu utama atau penyumbang dominan terjadinya inflasi di Kalimantan Utara (Kaltara) pada Agustus 2026.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltara, perkembangan harga berbagai komoditas pada Agustus 2026 secara umum menunjukkan adanya kenaikan. Dari hasil pemantauan yang dilakukan, terjadi inflasi bulanan atau m-to-m sebesar 0,23 persen pada Agustus 2026.
Jika dilihat dari tiga kabupaten/kota pantauan indeks harga konsumen (IHK) Kaltara pada Agustus 2026, terpantau inflasi bulanan yang tertinggi di Tanjung Selor sebesar 0,27 persen. Kemudian disusul oleh Tarakan 0,24 persen dan Nunukan 0,16 persen.
Sementara inflasi tahunan atau y-on-y tercatat 2,17 persen dan inflasi tahun kalender atau y-to-d sebesar 1,44 persen. Tercatat, IHK Kaltara pada Agustus 2026 sebesar 110,00 poin.
Kepala BPS Kaltara, Mustaqim mengatakan, ada beberapa komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi bulanan pada Agustus 2026, di antaranya tarif angkutan laut, daging ayam ras, sawi hijau, kangkung, pelumas, telur ayam ras, kacang panjang, bayam, nasi dengan lauk, emas perhiasan, bawang putih, telepon seluler, minyak goreng, terong dan tarif dokter umum.
“Sedangkan komoditas yang memberikan sumbangan deflasi secara m-to-m, antara lain tomat, bawang merah, tarif angkutan udara, bensin dan beras,” ujar Mustaqim.
Sementara untuk inflasi tahunan, BPS Kaltara mencatat bahwa itu terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks kelompok pengeluaran, seperti kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,48 persen.
Kemudian, kelompok pakaian dan alas kaki 0,67 persen, kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga 0,96 persen, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 2,07 persen, kelompok kesehatan 1,60 persen, kelompok transportasi 5,66 persen, serta kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan 0,54 persen.
Adapun, komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi y-on-y, di antaranya emas perhiasan, tarif angkutan udara, nasi dengan lauk, bensin, beras, sepeda motor, minyak goreng, air kemasan, bakso siap santap, kue basah, daging ayam ras, sawi hijau, pelumas, service, sigaret kretek mesin (SKM), kue kering berminyak, bubur, batu bata, panci dan telepon seluler.
“Komoditas yang memberikan sumbangan deflasi y-on-y, di antaranya tomat, bawang merah, ikan layang, telur ayam ras, bayam, ikan bandeng, udang basah, cabai merah, sabun detergen bubuk, terong dan pembersih lantai,” pungkasnya. (iwk)
Editor : Azward Halim