Karhutla Meluas, PMI Kaltara Kerahkan Relawan dan Ambulans

Fijai RT • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 13:32 WIB
TERIMA MASKER : Ketua PMI Kaltara, H. Risdianto menerima bantuan masker dari PMI pusat.
TERIMA MASKER : Ketua PMI Kaltara, H. Risdianto menerima bantuan masker dari PMI pusat.

TANJUNG SELOR – Palang Merah Indonesia (PMI) Kaltara memperkuat langkah penanganan dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Bulungan. Selain mengedukasi masyarakat agar menggunakan masker, PMI menyiagakan relawan, ambulans serta bantuan oksigen untuk mendukung penanganan di lapangan.

Ketua PMI Kaltara, H. Risdianto mengatakan, langkah tersebut diputuskan setelah PMI se-Kaltara menggelar rapat untuk menyikapi perkembangan karhutla. Rapat sekaligus menjadi forum untuk menyinergikan program kerja dan menentukan aksi lapangan yang diperlukan. “Memperhatikan perkembangan karhutla yang terjadi saat ini, kami melaksanakan rapat PMI se-Kaltara untuk menyinergikan program kerja sekaligus menentukan aksi lapangan yang perlu dilaksanakan,” kata Risdianto kepada Radar Kaltara, Selasa (1/9).

Menurut Risdianto, PMI tidak hanya bergerak pada penanganan di lapangan, tetapi juga melakukan upaya pencegahan terhadap dampak kesehatan akibat kabut asap. Edukasi kepada masyarakat terkait penggunaan masker menjadi salah satu langkah yang dilakukan. “Beberapa aksi yang dilakukan antara lain mengedukasi masyarakat untuk menggunakan masker,” ungkapnya.

Untuk memperkuat respons di lapangan, PMI juga mengerahkan relawan bersama tim penanganan karhutla lainnya. Dukungan tersebut dilengkapi dengan sarana ambulans untuk membantu apabila terdapat masyarakat yang membutuhkan pertolongan medis. “Dukungan relawan PMI turun bersama-sama tim karhutla yang lain dengan sarana ambulans,” katanya.

Selain ambulans, PMI menyiapkan bantuan oksigen sebagai bagian dari dukungan terhadap masyarakat terdampak. Risdianto menyebut langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi dampak kabut asap yang dapat mengganggu kondisi kesehatan masyarakat. “Kami juga menyiapkan bantuan oksigen untuk mendukung penanganan di lapangan,” tuturnya.

Tak hanya mengandalkan dukungan dari daerah, PMI Kaltara juga menerima bantuan masker dari PMI Pusat. Bantuan tersebut akan didistribusikan melalui PMI kabupaten/kota untuk selanjutnya dibagikan kepada masyarakat yang terdampak karhutla dan kabut asap. 
“Ada distribusi bantuan masker dari PMI Pusat kepada PMI kabupaten/kota sebanyak 50 ribu pieces untuk dibagikan kepada masyarakat yang terdampak,” jelas Risdianto.

Risdianto mengatakan sinergi antar-PMI di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota menjadi penting dalam menghadapi kondisi tersebut. Dengan koordinasi yang dilakukan, bantuan diharapkan dapat disalurkan sesuai kebutuhan dan menjangkau masyarakat yang paling terdampak. “Kami terus menyinergikan program dan aksi di lapangan agar dukungan PMI dapat diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan,” katanya.

PMI Kaltara juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama kondisi kabut asap masih terjadi. Penggunaan masker, membatasi aktivitas di luar ruangan, serta memperhatikan kondisi kesehatan menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko akibat paparan asap. 
“Yang terpenting masyarakat tetap menjaga kesehatan dan menggunakan masker, terutama ketika harus beraktivitas di tengah kondisi kabut asap,” pungkasnya. (jai)

Editor : Azward Halim
PMI Kaltara karhutla masker kabut asap