TANJUNG SELOR - Kualitas udara di sebagian besar wilayah Kalimantan Utara (Kaltara), termasuk di Tanjung Selor berada dalam kategori tidak sehat. Kondisi ini ditetapkan berdasarkan hasil pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) di Stasiun Tanjung Harapan, Tanjung Selor pada 31 Agustus 2026 pukul 05.00 WIB.
Kendati demikian, kondisi kabut asap yang terjadi saat ini dinilai masih dalam kategori aman untuk aktivitas transportasi laut di provinsi ke-34 Indonesia ini. Hal itu disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Pelayaran Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltara, Massahara kepada Radar Tarakan saat dikonfirmasi, Senin (31/8).
"Berdasarkan hasil koordinasi dengan KSOP (Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan), kondisi kabut asap saat ini jarak pandang masih kondisi aman," ujar Massahara.
Dengan melihat kondisi yang ada, ia mengatakan bahwa masih memungkinkan untuk mendukung pelaksanaan operasional speedboat atau angkutan alat penumpang di perairan Kaltara. "Tapi dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan," tegasnya.
Untuk diketahui, data BMKG menunjukkan bahwa khusus transportasi sungai masih aman, karena kondisi pandangan dapat dipantau secara lebih jelas oleh operator. Berbeda dengan di wilayah laut, ada faktor lain yang perlu diperhatikan, dimana ruang pandang yang luas dapat memunculkan fenomena optik seperti fatamorgana sehingga objek di kejauhan terlihat berbeda dari kondisi sebenarnya.
Kondisi ini perlu menjadi perhatian bagi pengguna transportasi air, terutama ketika melakukan perjalanan pada waktu konsentrasi kabut meningkat. Sehingga kecepatan dan kewaspadaan menjadi faktor penting untuk menjaga keselamatan. (iwk)
Editor : Azward Halim