TANJUNG SELOR - Kualitas udara di wilayah Kalimantan Utara (Kaltara) saat ini tengah mengalami penurunan sebagai dampak dari kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Guna mencegah serangan penyakit Infeksi Saluran Pencernaan Akut (ISPA), warga diminta untuk meningkatkan kewaspadaan, salah satunya dengan menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kaltara, Hairul Anwar mengatakan, kondisi ini perlu menjadi perhatian masyarakat, terutama karena konsentrasi partikulat sempat meningkat sejak tengah malam hingga dini hari.
"Perubahan konsentrasi polutan ini dipengaruhi kondisi cuaca, terutama inversi suhu yang membuat polutan tertahan di dekat permukaan," jelas Hairul.
Kondisi atmosfer pada dini hari membuat polutan lebih sulit terdispersi ke lapisan udara yang lebih tinggi. Kelembapan udara yang cukup tinggi pada pagi hari juga dapat membuat partikel bertahan lebih lama di dekat permukaan. Makanya, masyarakat yang harus beraktivitas di luar ruangan diimbau untuk menggunakan masker guna mengurangi paparan partikel halus.
"Kami minta warga yang harus beraktivitas di luar menggunakan masker, terutama saat kualitas udara sedang menurun," pesannya.
Terlebih bagi kelompok rentan, seperti balita, lansia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki riwayat gangguan paru-paru dan jantung, juga diminta membatasi aktivitas di luar ruangan.
Terpisah, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltara, Yuan Erenst Sukawatie juga mengimbau agar masyarakat dapat menggunakan masker. Namun, dalam hal ini masyarakat tidak dianjurkan untuk mengandalkan masker kain atau masker medis biasa ketika kondisi udara dipenuhi asap dan partikel halus.
"Masker kain dan masker medis biasa tidak cukup untuk menyaring partikel PM2,5. Jadi, gunakan masker yang lebih rapat seperti N95, KN95 atau KF94," imbuhnya.
Termasuk memastikan masker terpasang dengan baik dan menutup area hidung serta mulut secara rapat. Penggunaan masker, terutama dianjurkan ketika masyarakat keluar rumah atau melakukan aktivitas di luar ruangan. Dijelaskannya, beberapa penyakit yang dapat dipicu atau diperburuk oleh polusi udara, di antaranya pneumonia, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), asma serta kanker paru.
"Untuk kelompok rentan sebaiknya membatasi aktivitas di luar rumah. Kalau memang harus keluar, gunakan masker yang sesuai dan pastikan terpasang rapat," pungkasnya. (iwk)
Editor : Azward Halim