Cuaca Ekstrem Jadi Ancaman Karhutla, Begini Sikap Pemprov Kaltara

Iwan RT • Dipublikasikan Minggu, 16 Agustus 2026 | 08:57 WIB
WASPADA: Karhutla yang terus menghantui masyarakat di tengah kondisi cuaca ekstrem saat ini. FOTO: BPBD KALTARA
WASPADA: Karhutla yang terus menghantui masyarakat di tengah kondisi cuaca ekstrem saat ini. FOTO: BPBD KALTARA

TANJUNG SELOR - Cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini menimbulkan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), salah satunya di wilayah Kalimantan Utara (Kaltara). 

Menyikapi hal itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara melalui Dinas Kehutanan (Dishut) langsung mengambil tindakan serta langkah-langkah antisipasi dini. 

Utamanya dengan meminta kepada masyarakat untuk lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi terjadinya karhutla di tengah cuaca panas akibat fenomena El Nino.

"Kepada seluruh masyarakat, kelompok tani, hingga pelaku usaha kita minta untuk menghentikan aktivitas pembakaran lahan selama cuaca ekstrem berlangsung," ujar Kepala Dishut Kaltara, Nur Laila. 

Karena, kondisi vegetasi hutan dan lahan yang semakin kering membuat potensi kebakaran meningkat. Pada kondisi ini, percikan api kecil pun dapat dengan cepat membesar dan menyebar.

"Cuaca saat ini sangat panas dan kering sehingga kerawanan karhutla sangat tinggi. Jangan biarkan api kecil menjadi bencana besar," serunya.

Tak hanya mengancam kelestarian hutan dan lingkungan, tapi karhutla juga dapat berdampak terhadap kesehatan serta keselamatan masyarakat. 

Makanya aktivitas yang berpotensi memicu karhutla perlu dihindari, termasuk seperti membuang puntung rokok sembarangan di kawasan semak, hutan, maupun lahan kering lainnya. 

MASYARAKAT DIMINTA MELAPOR 

Selain itu, ia juga meminta kepada masyarakat agar melaporkan jika ada ditemukan titik api atau tanda-tanda potensi terjadinya karhutla di provinsi ke-34 Indonesia ini. 

"Tingkatkan kewaspadaan selama cuaca panas ekstrem saat ini. Laporkan kepada petugas jika ditemukan adanya potensi karhutla," serunya. 

Artinya, jangan menunggu kebakaran sudah besar atau meluas baru bertindak. Karena, dalam kondisi cuaca yang sangat panas seperti saat ini, pencegahan terjadinya karhutla bukan lagi tanggung jawab pihak-pihak tertentu, melainkan menjadi tanggung jawab bersama. (iwk)

Editor : Azward Halim
kaltara