Sikapi Karhutla di Kaltara, Dishut Siagakan Ratusan Personel dan Libatkan MPA

Iwan RT • Dipublikasikan Minggu, 16 Agustus 2026 | 08:49 WIB
WASPADA: Salah satu titik kebakaran yang terjadi di wilayah Kaltara. FOTO: BPBD KALTARA
WASPADA: Salah satu titik kebakaran yang terjadi di wilayah Kaltara. FOTO: BPBD KALTARA

TANJUNG SELOR – Beberapa hari terakhir ini, lima kabupaten/kota di Kalimantan Utara (Kaltara) dilanda bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Informasi yang dihimpun dari Dinas Kehutanan (Dishut) Kaltara, dari kejadian beberapa hari belakangan ini, luasan yang terjadi karhutla di Kaltara mencapai puluhan hektare.

Menyikapi hal itu, Dishut Kaltara pun menyiagakan ratusan personel dari Kesatuan Pengelola Hutan (KPH) dan dinas, serta melibatkan Masyarakat Peduli Api (MPA) yang dibentuk di beberapa desa rawan kebakaran di provinsi ke-34 Indonesia ini.

“Untuk luasan lahan yang terbakar, itu belum dikumulatifkan. Karena yang terbakar itu ada yang 20 hektare, 5 hektare, 6 hektare dan ada juga yang belum terlaporkan,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Perlindungan dan Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya (KSDAE) Dishut Kaltara, Maryanto kepada Radar Tarakan saat dikonfirmasi, Rabu (12/8).

Adapun sebarannya di lima kabupaten/kota yang ada di Kaltara. Meski data luasan yang terbakar itu belum dihimpun, namun dirinya menyebutkan dari total lahan yang terbakar itu mayoritas berstatus areal penggunaan lain (APL).

“Kalau yang kawasan hutan, itu baru yang di Kilometer 57. Cuma laporannya belum ada masuk. Sejauh ini informasinya sudah ada berapa hektare yang dipadamkan,” tuturnya.

Dibeberkannya, ratusan petugas yang disiagakan untuk melakukan penanganan di lapangan itu terdiri dari 15 regu dari lima KPH dan tiga regu dari Dishut Kaltara. Jadi, totalnya ada 18 regu yang mana setiap regu itu terdiri dari 15 personel.

 “Tiap KPH itu ada tiga regu. Jadi untuk lima KPH itu totalnya 15 regu. Ditambah tiga regu dari dinas, maka totalnya jadi 18 regu. Jadi kalau dikalikan 15 personel setiap regunya, maka totalnya lebih dari 200 personel yang siap turun ke lapangan,” jelasnya.

 Selain personel, juga ada MPA yang turut membantu dalam melakukan penanganan saat terjadi karhutla di lapangan.

 Selain itu, Maryanto juga menyebutkan bahwa Dishut Kaltara menyiapkan mobil tangki roda enak sebanyak 9 unit dengan sebaran di lima kabupaten/kota se-Kaltara. Mobil tangki ini memiliki kapasitas 4.000 liter.

 “Unit dengan kapasitas 4.000 liter ini sudah memang standarnya, karena menyesuaikan dengan kondisi di lapangan. Kalau di atas 4.000 liter, risikonya takut terguling, karena kita ini untuk masuk ke jalan-jalan tanah yang sulit,” sebutnya.

 Berdasarkan laporan dari lapangan, titik api tersebut diduga berasal dari pembakaran yang dilakukan oknum masyarakat. Hanya saja, siapa pelaku pembakaran itu tidak diketahui.

 Guna melakukan antisipasi, pihaknya mengimbau agar KPH turun ke lapangan untuk menyampaikan ke masyarakat agar saat ini tidak melakukan pembakaran dulu, karena kondisi cuaca yang cukup panas belakangan ini berpotensi menimbulkan kebakaran.

Jika pun ingin melakukan pembakaran, cukup untuk lahan pertanian yang tidak terlalu luas. Kebijakan ini sesuai dengan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 47 Tahun 2018 yang menyebutkan untuk lahan pertanian masih diperbolehkan maksimal 2 hektare.

“Cuma kerjanya juga harus bareng-bareng, tidak bisa sendiri. Tapi harapan kita kepada masyarakat, karena kondisi sekarang ini tidak ada hujan, paling tidak jangan melakukan aktivitas pembakaran dulu guna menghindari terjadinya karhutla,” pungkasnya. (iwk)

Editor : Azward Halim
kaltara