TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) melalui Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) mencatat jumlah penduduk Kaltara di tahun 2026 ini terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan.
Berdasarkan data yang dihimpun Radar Tarakan, per 9 Januari 2026 jumlah penduduk Kaltara tercatat sebanyak 778.086 jiwa. Sementara per 8 Agustus 2026 atau dalam waktu sekitar tujuh bulan, jumlahnya naik 16.721 jiwa menjadi 794.807 jiwa.
Dari total 794.807 jiwa jumlah penduduk Kaltara ini, terdiri atas 416.507 jiwa laki-laki dan 378.300 jiwa perempuan. Demikian disampaikan Kepala Disdukcapil Kaltara, Sanusi saat ditemui di Tanjung Selor, Selasa (11/8).
“Kalau untuk komposisinya, yang paling banyak itu masih di Kota Tarakan dengan jumlah 258.829 jiwa. Kemudian disusul Kabupaten Nunukan 239.727 jiwa, Bulungan 175.845 jiwa, Malinau 89.481 jiwa dan terakhir Tana Tidung 30.925 jiwa,” ujar Sanusi.
Sedangkan untuk yang wajik KTP-el dari jumlah penduduk ini sebanyak 559.990 jiwa dengan jumlah yang sudah melakukan perekaman sebanyak 552.281 jiwa. Artinya, masih ada sebanyak 7.709 jiwa penduduk Kaltara yang wajib KTP-el belum melakukan perekaman.
Menurut pria yang juga menjabat Plt. Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Provinsi (Setprov) Kaltara ini, pertumbuhan penduduk Kaltara tersebut masih didominasi yang pindah datang. Sementara untuk dari sisi kelahiran, Kaltara itu tidak terlalu banyak.
“Jadi banyak orang yang masuk ke Kaltara karena pekerjaan, di antaranya ada yang di kawasan industri dan ada di perkebunan, seperti kelapa sawit,” sebutnya.
Adapun untuk Kaltara yang jumlah penduduknya di angka sekitar 794 ribuan jiwa ini, pertumbuhan tersebut terbilang sudah cukup besar. Angka ini menunjukkan bahwa secara ekonomi orang melihat Kaltara masih menjanjikan untuk perbaikan ekonomi. (iwk)
Editor : Azward Halim