Jaga Ekonomi Tetap 'Sehat', Kaltara Perkuat Dukungan UMKM 

Iwan RT • Dipublikasikan Minggu, 9 Agustus 2026 | 17:44 WIB
Wagub Kaltara, Ingkong Ala. FOTO: IWAN K/RADAR TARAKAN
Wagub Kaltara, Ingkong Ala. FOTO: IWAN K/RADAR TARAKAN

TANJUNG SELOR - Perekonomian global saat ini sedang tidak stabil. Dalam hal ini, ada beberapa faktor penyebabnya, salah satunya konflik geopolitik. Hal ini pun menjadi perhatian serius pemerintah untuk bagaimana caranya dapat menjaga ekonomi tetap 'sehat', termasuk di Kalimantan Utara (Kaltara). 

Dikonfirmasi terkait hal ini, Wakil Gubernur (Wabub) Kaltara, Ingkong Ala mengatakan, berbagai upaya terus dilakukan sebagai bentuk strategi agar ekonomi Kaltara tetap berlangsung dengan baik. 

"Pertama, kita harus melihat potensi yang ada. Ketidakpastian ekonomi ini terjadi secara keseluruhan karena kondisi global, bukan hanya di Kaltara," ujar Wagub Ingkong kepada Radar Tarakan, Rabu (5/8). 

Dalam hal ini, Politisi Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) tersebut optimistis bahwa Kaltara masih memiliki peluang yang besar untuk menjaga stabilitas ekonomi. 

"Ada peluang. Kita bisa kejar sektor hilirisasi, serta memberikan penguatan dukungan terhadap UMKM (usaha mikro, kecil dan menengah)," kata mantan Wakil Bupati (Wabup) Bulungan ini. 

Ia menilai sektor UMKM tersebut memiliki peluang dapat tetap stabil dalam kondisi apapun. Makanya, keberadaan dari UMKM di provinsi ke-34 Indonesia ini akan terus diperkuat dengan berbagai cara. 

"Selain itu, saya rasa yang juga bisa mendongkrak ekonomi daerah itu sektor perkebunan. Salah satunya seperti kebun sawit. Ini perlu didukung," tuturnya. 

KONTRIBUSI KIHI KE EKONOMI KALTARA

Wagub Ingkong juga menilai kontribusi dari Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI) di Tanah Kuning-Mangkupadi, Kabupaten Bulungan cukup baik terhadap perekonomian Kaltara. 

"Cukup besar. KIHI ini jangka panjang. Yang jelas investasinya luar biasa, hingga mencapai ratusan triliun ke depannya," kata Wagub Ingkong. 

Bahkan, untuk saat ini pengaruhnya juga sudah terasa bagi Kaltara, utamanya di Kabupaten Bulungan, baik itu dari sisi pendapatan asli daerah (PAD) maupun penyerapan tenaga kerja. (iwk)

Editor : Azward Halim
kaltara