Ekspor Kaltara Tembus USD 831,34 Juta, Tiongkok Masih Jadi Negara Tujuan Utama 

Iwan RT • Dipublikasikan Minggu, 9 Agustus 2026 | 17:43 WIB
STATISTIK: Hasil tambang merupakan salah satu penyumbang kenaikan ekspor Kaltara periode Januari-Juni 2026. FOTO: IWAN K/RADAR TARAKAN
STATISTIK: Hasil tambang merupakan salah satu penyumbang kenaikan ekspor Kaltara periode Januari-Juni 2026. FOTO: IWAN K/RADAR TARAKAN

TANJUNG SELOR - Ekspor melalui pelabuhan di Kalimantan Utara (Kaltara) periode Januari-Juni 2026 mengalami kenaikan 22,62 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Berdasarkan data yang dihimpun Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltara, ekspor melalui pelabuhan di Kaltara pada periode Januari-Juni 2025 sebesar USD677,97 juta, sedangkan periode Januari-Juni 2026 sebesar USD831,34 juta. 

Kepala BPS Kaltara, Mustaqim mengatakan, kenaikan ini didominasi naiknya ekspor non migas sebesar 22,30 persen dari USD675,09 juta menjadi USD825,62 juta. Sementara ekspor migas naik dari USD2,88 juta menjadi USD5,72 juta.

“Kenaikan ekspor non migas disebabkan oleh meningkatnya ekspor hasil industri 42,24 persen dari USD222,93 juta menjadi USD317,08 juta, serta ekspor hasil tambang 14,00 persen dari USD438,54 juta menjadi USD499,92 juta,” ujar Mustaqim.

Sementara untuk ekspor asli Kaltara periode Januari-Juni 2026 tercatat sebesar USD856,97 juta atau mengalami kenaikan 27,79 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar USD670,59 juta. 

Secara lebih terperinci, sektor yang mengalami kenaikan yaitu ekspor migas sebesar 98,53 persen atau menjadi USD5,72 juta, sektor hasil industri 62,58 persen atau menjadi USD329,17 juta, serta sektor hasil tambang 14,00 persen atau menjadi USD499,92 juta. 

“Sedangkan total ekspor asli Kalimantan Utara melalui pelabuhan di luar mencapai USD77,34 juta, dengan tiga provinsi utamanya meliputi Jawa Timur USD69,99 juta, Sulawesi Selatan USD6,30 juta, dan Jakarta USD1,01 juta,” bebernya.

Ada beberapa negara yang menjadi tujuan ekspor Kaltara, yang mana Tiongkok masih menjadi negara tujuan utama. Data yang dihimpun BPS, ada lima negara tujuan utama ekspor melalui pelabuhan di Kaltara pada periode Januari-Juni 2026.

“Lima negara itu meliputi Tiongkok, Filipina, Amerika Serikat, India dan Vietnam dengan nilai ekspor masing-masing mencapai USD282,91 juta, USD124,79 juta, USD122,49 juta, USD75,62 juta dan USD72,68 juta,” sebutnya.

Adapun peranan kelima negara tersebut dalam ekspor Kaltara mencapai 82,18 persen terhadap total ekspor Januari-Juni 2026. Beberapa negara yang mencatat kenaikan ekspor di antaranya Amerika Serikat, Vietnam dan India. (iwk)

Editor : Azward Halim
kaltara