Energi Hijau, Hilirisasi hingga Agrobisnis Jadi ‘Jualan’ Kaltara di Forum Internasional

Iwan RT • Dipublikasikan Minggu, 9 Agustus 2026 | 17:41 WIB
INVESTASI: Sungai Kayan di Kabupaten Bulungan yang merupakan salah satu titik pembangunan PLTADI Kaltara. FOTO: IWAN K/RADAR TARAKAN
INVESTASI: Sungai Kayan di Kabupaten Bulungan yang merupakan salah satu titik pembangunan PLTADI Kaltara. FOTO: IWAN K/RADAR TARAKAN

TANJUNG SELOR - Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Zainal Arifin Paliwang secara terus menerus melakukan promosi potensi investasi yang dimiliki Kaltara pada setiap pertemuan, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Terbaru, Gubernur Zainal menawarkan sejumlah potensi investasi di Kaltara dalam Rapat Kerja dan Konsultasi Nasional (Rakerkonas) Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) 2026. Ini peluang untuk ‘jualan’ di forum internasional yang dihadiri duta besar (duber) dari 14 negara sahabat. 

Ada beberapa potensi yang jadi ‘jualan’ Gubernur Zainal dalam forum ini, mulai dari energi hijau, infrastruktur, hilirisasi industri, kelautan, manufaktur hingga agrobisnis. Sejumlah potensi ini dinilai memiliki prospek besar untuk dikembangkan di provinsi ke-34 Indonesia ini.

“Kaltara ini merupakan provinsi yang masih baru dan berkembang, manakala ada investor yang ingin masuk dan serius, kami dari pemerintah daerah siap mendukung penuh untuk segala urusannya,” ujar Gubernur Zainal.

Di sektor energi hijau, di Kaltara saat ini tengah melakukan pengembangan Pembangkit Litrik Tenaga Air (PLTA) di Sungai Kayan, Kabupaten Bulungan dan di Sungai Mentarang, Kabupaten Malinau. Ini dipersiapkan untuk mendukung kebutuhan di Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI) Tanah Kuning-Mangkupadi, Kabupaten Bulungan.

Untuk sektor infrastruktur, juga ada beberapa peluang investasi, di antaranya pembangunan Rumah Sakit Tipe B di Tanjung Selor dan jalan tol penghubung dari Tanjung Selor Ibu Kota Kaltara menuju Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur (Kaltim).

Sedangkan sektor kelautan dan manufaktur, investasi yang ditawarkan meliputi pembangunan pabrik pengolahan rumput laut di Kota Tarakan dan Kabupaten Nunukan, kawasan industri perikanan organik, serta pabrik minyak goreng.

Adapun pada sektor agrobisnis, Kaltara menawarkan potensi pengembangan kakao dan kopi di Kabupaten Malinau, serta komoditas unggulan Garam Gunung Krayan dan Beras Adan organik premium di Kabupaten Nunukan.

Harapannya, lewat forum seperti ini pemerintah daerah dapat membangun kemitraan strategis dengan investor global untuk mendorong percepatan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi daerah perbatasan RI-Malaysia ini. (iwk)

Editor : Azward Halim
kaltara