Forum Sosek Malindo Kaltara-Sabah Bahas PLBN hingga Pariwisata dan Investasi

Iwan RT • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 02:27 WIB
Kepala Disdukcapil Kaltara, Sanusi. FOTO: IWANK/RADAR TARAKAN
Plt. Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Setprov Kaltara, Sanusi. FOTO: IWAN K/RADAR TARAKAN

TANJUNG SELOR - Forum Sosial Ekonomi Malaysia-Indonesia (Sosek Malindo) Tingkat Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara)-Peringkat Negeri Sabah tahun 2026 di Kota Tarakan sukses digelar. 

Dalam pertemuan delegasi dari dua negara serumpun pada 29-30 Juli 2026 itu, ada berbagai isu strategis yang menjadi fokus pembahasan, utamanya yang berkaitan dengan wilayah perbatasan. 

Hal itu disampaikan Plt. Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Provinsi (Setprov) Kaltara, Sanusi kepada Radar Tarakan saat dikonfirmasi, Jumat (31/7). 

"Ada banyak yang kita bahas bersama dalam pertemuan Sosek Malindo kali ini, mulai dari pembukaan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) hingga pariwisata dan investasi," ujar Sanusi. 

Dibeberkannya, yang pertama itu terkait persetujuan usulan pembukaan PLBN di titik A 708 Sei Menggaris-Serudong untuk diusulkan ke Sosek Nasional (Soseknas) Malindo. 

Kemudian, kerja sama kajian terhadap penanganan Sungai Sembakung di Lumbis, Kabupaten Nunukan. Kesepakatan terkait pelintasan warga di Kampung Kabu dan Saliliran, jika masuk ke Indonesia harus melalui PLBN Labang. 

"Selain itu, juga kerja sama perdagangan dan ekonomi lintas batas, pertukaran informasi terkait karantina dan kesehatan, serta menjadikan beberapa agenda kegiatan pariwisata dan investasi untuk dijadikan agenda bersama," bebernya. 

Disebutkan juga olehnya, kedatangan Delegasi dari Malaysia ke Tarakan sudah mulai sejak 25 Juli 2026 dan pada 31 Juli 2026 sudah kembali ke Sabah, Malaysia. 

Untuk diketahui, delegasi Kaltara dan Sabah dalam pembahasan Sosek Malindo ini akan terbagi atas 3 kelompok kerja (pokja), yakni pokja sosial budaya, pokja ekonomi dan perdagangan, serta pokja perbatasan. (iwk)

Editor : Azward Halim
kaltara