TANJUNG SELOR - Fungsional akses jalan Malinau-Krayan hingga kini terus digenjot. Proses pekerjaan di lapangan pun secara bertahan masih terus berjalan. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk upaya dari pemerintah dalam rangka membuka keterisolasian wilayah pada kawasan perbatasan RI-Maslaysia di provinsi ke-34 Indonesia ini.
Salah satu kegiatan yang tengah berproses dikerjakan pada akses Malinau-Krayan saat ini adalah pembangunan dua jembatan utama, yakni Jembatan Sungai Semamu dan Jembatan Sungai Binuang.
Demikian disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPR-Perkim) Kaltara, Helmi kepada Radar Tarakan saat ditemui di Tanjung Selor beberapa waktu lalu.
“Pembangunan dua jembatan di akses jalan Malinau-Krayan saat ini sedang dikerjakan. Itu dikerjakan multiyears, tahun 2027 nanti ditargetkan sudah tuntas,” ujar Helmi.
Untuk Jembatan Semamu memiliki panjang bentangan sekitar 40 meter, sementara Jembatan Binuang memiliki panjang bentangan 80 meter. Total anggaran yang dikucurkan untuk pembangunan dua jembatan ini sekitar Rp100 miliar.
“Jadi di tahun 2027 nanti kita sudah bisa lewat, meskipun kondisinya masih belum rapi,” tuturnya.
Helmi menyebutkan, saat ini abutmen atau bangunan bawah di ujung awal dan akhir jembatan yang berfungsi menyangga beban utama dan menahan tekanan tanah dari jembatan itu sudah dikerjakan.
“Jadi, sekarang ini tengah dilakukan persiapan untuk mobilisasi rangka baja untuk jembatan itu. Jadi ini multiyears, sudah berproses mulai tahun ini dan selesai tahun 2027 nanti,” jelasnya.
Target utama di sini adalah membuka keterisolasian wilayah, makanya akses jalan darat yang dari Malinau itu terus dikejar pembangunannya hingga fungsional, serta aman dan nyaman untuk dilalui kendaraan sepeda motor maupun mobil.
Untuk diketahui, pembangunan Jalan Malinau-Krayan tersebut merupakan kewenangan pemerintah pusat. Artinya, pembiayaan pengerjaannya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). (iwk)
Editor : Azward Halim