TANJUNG SELOR - Kalimantan Utara (Kaltara) merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang berada pada fase pembangunan yang strategis. Hal ini tentu menuntut adanya inovasi serta penguatan koordinasi dan kolaborasi antar seluruh pemangku kepentingan yang ada di wilayah provinsi termuda di Pulau Kalimantan ini.
Gubernur Kaltara, Zainal Arifin Paliwang mengatakan, khusus dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara, berbagai program terus diakselerasikan, mulai dari pembangunan konektivitas infrastruktur hingga pengembangan Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI) di Tanah Kuning-Mangkupadi.
“Berbagai program terus kita akselerasi, mulai dari pembangunan konektivitas infrastruktur antar wilayah, peningkatan pembangunan kawasan perbatasan, hingga pengembangan KIHI Tanah Kuning-Mangkupadi,” ujar Gubernur Zainal kepada Radar Tarakan belum lama ini.
Orang nomor satu di Kaltara ini menyebutkan, sejumlah program tersebut utamanya KIHI Tanah Kuning-Mangkupadi merupakan salah satu proyek strategis yang diharapkan dapat menjadi motor pertumbuhan ekonomi daerah.
Tentunya, keberhasilan agenda pembangunan tersebut membutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), seluruh partai politik (parpol) serta pemangku kepentingan lainnya.
“Kolaborasi yang harmonis akan menghasilkan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat, memperkuat fungsi pengawasan, serta memastikan pembangunan berjalan efektif, tepat sasaran dan berkelanjutan,” tutur Gubernur Zainal.
Oleh karena itu, mantan Wakapolda Kaltara ini mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus menjaga persatuan, menjunjung tinggi etika politik, serta mengedepankan kepentingan masyarakat di atas kepentingan kelompok atau golongan.
“Mari kita bersatu dan bersinergi untuk memperkuat demokrasi yang berkualitas, meningkatkan kepercayaan publik, serta bersama-sama mewujudkan Kalimantan Utara yang semakin maju, makmur dan berkelanjutan,” pungkasnya. (iwk)
Editor : Azward Halim