Hadapi Tantangan Industri Modern, Kapasitas Koperasi Sawit Rakyat Diperkuat

Iwan RT • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 02:02 WIB
PERKEBUNAN: Potensi kelapa sawit di Kaltara saat ini sangat besar. FOTO: IWAN K/RADAR TARAKAN
PERKEBUNAN: Potensi kelapa sawit di Kaltara saat ini sangat besar. FOTO: IWAN K/RADAR TARAKAN

TANJUNG SELOR - Kelapa sawit merupakan salah satu komoditas unggulan Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) yang memiliki kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Oleh karena itu, keberadaan dari komoditas ini harus menjadi atensi serius. Untuk menghadapi tantangan industri modern dewasa ini, diperlukan penguatan kapasitas pengelolaan koperasi sawit rakyat.

Menyikapi hal itu, Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Kaltara ambil bagian dengan membekali koperasi kelapa sawit rakyat yang ada di provinsi termuda di Pulau Kalimantan ini lewat pelatihan. 

Langkah ini pun mendapat dukungan positif dari Gubernur Kaltara, Zainal A Paliwang. Ia berharap, koperasi kepala sawit rakyat yang ada di Kaltara mampu menjadi organisasi yang profesional, modern dan transparan.

"Di tengah perkembangan industri sawit yang semakin pesat, koperasi memiliki peran yang sangat strategis sebagai wadah penguatan ekonomi petani, hingga menjadi jembatan kemitraan antara petani dengan dunia usaha maupun pemerintah," ujar Gubernur Zainal. 

Kendati demikian, harus tetap disadari masih banyak koperasi yang menghadapi berbagai tantangan, mulai dari tata kelola organisasi yang belum optimal, administrasi dan legalitas yang belum tertib, pengelolaan keuangan yang belum akuntabel, hingga keterbatasan dalam pengembangan usaha dan pemanfaatan teknologi digital.

Kegiatan ini tentu sangat relevan karena memberikan pemahaman dengan berbagai materi penting dari orang-orang yang kompeten di bidangnya. Tentu ini memberikan tambahan pengetahuan dalam mengelola koperasi kelapa sawit rakyat.

"Saya berharap seluruh materi tersebut tidak berhenti sebagai teori, tapi benar-benar diterapkan dalam pengelolaan koperasi di masing-masing daerah," tuturnya. 


INDUSTRI KELAPA SAWIT NASIONAL

Gubernur Zainal menyampaikan bahwa saat ini industri kelapa sawit nasional terus mengalami perkembangan dan memiliki peran strategis dalam perekonomian Indonesia. 

"Kelapa sawit tidak lagi hanya dipandang sebagai komoditas yang menghasilkan bahan baku berupa minyak sawit mentah, tapi memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi berbagai produk bernilai tambah," jelasnya. 

Untuk itu, pemerintah daerah akan terus mendorong penguatan industri hilir kelapa sawit melalui berbagai kebijakan. Semakin banyak produk yang dapat dihasilkan dari kelapa sawit, maka semakin besar pula peluang untuk menciptakan nilai tambah, membuka lapangan usaha dan memperkuat perekonomian masyarakat.

Dalam konteks ini, koperasi kelapa sawit rakyat harus mengambil peran yang lebih besar. Koperasi tidak boleh hanya berhenti pada kegiatan mengumpulkan dan menjual hasil produksi petani, tapi harus mulai melihat peluang untuk memperkuat rantai pasok, hingga mengembangkan usaha turunan kelapa sawit sesuai dengan potensi dan kemampuan yang dimiliki.

"Jadi, petani tidak hanya menjadi pemasok bahan baku, tapi dapat mengambil peran yang lebih besar dalam rantai nilai industri kelapa sawit," pungkasnya. (iwk)

Editor : Azward Halim
kaltara