TANJUNG SELOR – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Utara (Kaltara) menghadiri puncak peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) tahun 2026 secara virtual di Kantor Gubernur Kaltara, Tanjung Selor, Kamis (23/7).
Lewat momentum ini, BNNP Kaltara kembali menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat gerakan P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan serta Peredaran Gelap Narkotika) di wilayah provinsi ke-34 Indonesia ini.
“Kami akan terus bekerja keras untuk memerangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba, khususnya di wilayah Kaltara,” ujar Kepala BNNP Kaltara, Brigjen Pol Abdul Hasyim kepada Radar Tarakan saat dikonfirmasi usai kegiatan tersebut.
Kejahatan narkoba ini menjadi perhatian serius karena dampaknya sangat berbahaya bagi negara dan masyarakat, utamanya para generasi muda. Untuk itu, pihaknya mengajak masyarakat hadir sebagai pegiat yang menyuarakan bahwa narkoba ini sangat berbahaya.
Sebagai daerah perbatasan yang terdiri dari empat kabupaten dan satu kota, Kaltara memiliki garis pantai yang cukup panjang, yakni sekitar 7.500 kilometer. Dengan kekuatan personel BNNP Kaltara, tentu kondisi lapangan ini tidak berimbang.
“BNNP Kaltara hanya memiliki 50 personel. Kemudian ada juga BNNK Nunukan 21 personel dan BNNK Tarakan 23 personel. Ini sangat minim sekali. Tentunya kami harus bersinergi, berkolaborasi dan berkoordinasi dengan satuan-satuan yang lain,” tuturnya.
Dalam hal ini, ada Kepolisian Daerah (Polda), Kejaksaan Tinggi (Kejati), Bea Cukai, pihak Bandara, TNI dan pihak-pihak lainnya.
Ia mengatakan, dari tinjauan lapangan yang dilakukannya, di Kaltara ini ada beberapa pelabuhan internasional, seperti Malundung di Tarakan dan Tunon Taka di Nunukan. Termasuk ada juga pelabuhan-pelabuhan rakyat yang tersebar luas di Kaltara.
“Namun kita tidak patah arang. Kita tidak kecil hati. Terus kita niatkan dengan ikhlas bahwa kita harus memerangi narkoba ini, karena ini sangat berbahaya sekali,” sebutnya.
Harapannya, dengan niat ikhlas, minimal jumlah pengguna narkoba di Kaltara ini bisa menurun. Bahkan, upayanya kalau bisa nol pengguna. Karena modus dari penyelundupan narkoba saat ini masih tetap seperti biasanya, di antaranya menggunakan kemasan makanan.
“Kita akan pantau terus, baik di jalur air, udara maupun darat. Ini kita lakukan sembari memberikan edukasi ke masyarakat, kita ajak mereka jadi pegiat dan duta anti narkoba. Kita kenalkan jenis-jenis narkoba dan bahayanya kepada masyarakat agar mereka menolak narkoba itu,” pungkasnya. (iwk)
Editor : Azward Halim