TANJUNG SELOR – Penguatan sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) menjadi salah satu fokus utama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) saat ini.
Hal tersebut sebagai upaya untuk menangkap peluang ekonomi dari sejumlah Proyek Strategis nasional (PSN) yang ada di Kaltara, salah satunya di kawasan industri yang ada di Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan.
Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltara, Denny Harianto mengatakan, langkah ini dilakukan dengan harapan setiap yang dilakukan itu harus fokus agar apa yang menjadi tujuan dari yang dijalankan itu dapat terwujud sesuai dengan target.
“Permasalahan dan kondisi saat ini, kita harus ada penguatan pertumbuhan ekonomi, kita menekan inflasi harus jalan,” ujar Denny kepada Radar Tarakan saat ditemui di Tanjung Selor, Senin (20/7).
Terhadap hal ini, tentu jangan dilakukan dengan ego masing-masing. Karena jika ego masing-masing yang dikedepankan, maka dapat dipastikan tidak akan dapat dicapai sebuah tujuan yang sama. Makanya semua harus bergandengan tangan untuk menjembatani penguatan UMKM ini.
“Jadi kalau saat ini pusat penekanannya soal penguatan UMKM, kebetulan saya juga lagi diklat PKM I, sehingga saya mau yang lagi PKA harusnya juga konsen di UMKM. Jadi kita keroyokan apa yang harus disiapkan untuk provinsi kita dan untuk UMKM kita,” tuturnya.
Tujuannya, agar UMKM lokal Kaltara ini dapat semakin berdaya. Hal ini penting menjadi atensi bersama karena pelaku ekonomi di seluruh Indonesia didominasi oleh pelaku UMKM yang jumlahnya mencapai 97 persen.
Khusus untuk di Kaltara, kawasan industri di Tanjung Palas Timur menjadi salah satu target sasaran dari UMKM yang ada. Ini baru satu dari sejumlah mega proyek yang ada di provinsi ke-34 Indonesia ini.
“Karena berapa investor, berapa investasi yang masuk ke Kaltara, semua itu harus berdampak. Minimal kepada UMKM agar uangnya tidak lagi atau keluar dari Kaltara, karena kita juga pasti bisa memenuhi apa yang mereka butuhkan lewat UMKM kita,” sebutnya.
Oleh karena itu, sejak sekarang penguatan UMKM lokal Kaltara itu harus dilakukan secara bersama-sama agar ke depan mereka tidak hanya hadir sebagai penonton di daerah sendiri. (iwk)
Editor : Azward Halim