180 Gerai KDMP di Kaltara Telah Berdiri, Operasional Terbentur Anggaran

Iwan RT • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 15:36 WIB
Kepala Disperindagkop dan UKM Kaltara, Edy Suharto. FOTO: IWAN K/RADAR TARAKAN
Kepala Disperindagkop dan UKM Kaltara, Edy Suharto. FOTO: IWAN K/RADAR TARAKAN

TANJUNG SELOR - Program nasional koperasi desa merah putih (KDMP) masih terus berjalan. Saat ini sejumlah daerah masih melakukan proses pembangunan gerainya. 

Di Kalimantan Utara (Kaltara), misalnya. Dari target keseluruhan sebanyak 440 KDMP, itu yang telah terbangun baru sebanyak 180 gerai. 

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Perindustrian, Perdangangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM) Kaltara, Edy Suharto saat ditemui di Tanjung Selor beberapa waktu lalu. 

"Sebenarnya kalau kita bicara koperasi, itu ada jenis, yakni koperasi konvensional dan Koperasi Desa Merah Putih. Kalau Koperasi Desa Merah Putih, itu sudah 180 gerai yang terbangun," ujar Edy. 

Namun, lanjut Edy, dari total itu, yang saat ini beroperasi baru sekitar 10 persen. Hal ini terjadi karena persoalan anggaran yang terbatas di KDMP itu sendiri. 

"Jadi menunggu bantuan (pinjaman) dari Danantara. Untuk yang sudah beroperasi, itu di antaranya di Kelurahan Selumit, Kota Tarakan dan Desa Apung, Kabupaten Bulungan," sebut Edy. 

Sejauh ini masih ada banyak yang dalam proses, karena untuk sarana dan prasarana dari KDMP itu juga belum, karena ada tahapan yang harus serah terima dulu. 

Sementara itu, untuk koperasi konvensional yang berada di bawah binaan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara berjumlah 53 unit dan hingga kini masih terus beroperasi atau berkontribusi dalam menggerakkan ekonomi daerah. 

"Tapi kalau bicara soal sehat atau tidaknya koperasi itu, saat ini kita belum ada melakukan penilaian karena keterbatasan anggaran," tuturnya. 

Pastinya, berbagai upaya akan terus dilakukan oleh Pemprov Kaltara untuk menyikapi sejumlah persoalan-persoalan yang terjadi di provinsi ke-34 Indonesia ini, termasuk yang berkaitan dengan koperasi. (iwk)

Editor : Azward Halim
kaltara