TANJUNG SELOR - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) terus melakukan upaya tindak lanjut dari kembali dibukannya rute penerbangan internasional di Bandara Juwata Tarakan.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltara, Idham Chalid mengatakan, khusus untuk angkutan penumpang rute internasional dari Bandar Udara (Bandara) Juwata Tarakan hingga kini belum dimulai.
"Kalau yang minat, itu sudah ada mengarah pada hal positif, seperti AirAsia dan Lion Air. Tapi untuk penumpang belum," ujar Idham kepada Radar Tarakan saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu.
Kendati demikian, Idham menyebutkan bahwa penerbangan rute Tarakan-Malaysia sudah dibahas dan masuk dalam agenda Sosial Ekonomi Malaysia-Indonesia (Sosek Malindo) Tingkat Provinsi Kaltara-Peringkat Negeri Sabah.
"Ini termasuk dalam catatan Sabah, Malaysia, yaitu untuk rute yang kami tawarkan itu dari Tarakan ke KK (Kota Kinabalu) dan Tawau," sebutnya.
Ia mengatakan, berbeda lagi dengan kargo. Saat ini penerbangan untuk kargo atau angkutan barang sudah jalan dengan tujuan Cina dan Hing Kong.
"Kita sudah melakukan ekspor komoditi hasil kelautan dan perikanan Kalimantan Utara ke Cina melalui jalur udara lewat Bandara Juwata Tarakan," tuturnya.
Penerbangan internasional untuk karbo ini menggunakan maskapai My Indo Airlines. Kapasitas angkutan kargo 20 ton untuk sekali penerbangan
"Kami upayakan agar ini dapat terus dimaksimalkan. Saat ini ekspor hasil perikanan dan kelautan ini sudah dua kali dilakukan ke Cina dan Hong Kong," pungkasnya. (iwk)
Editor : Azward Halim