TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) terus mempercepat penyiapan proyek karbon biru Mangrove for Coastal Resilience (M4CR).
Hal ini sebagai bentuk upaya melindungi ekosistem mangrove sekaligus mengoptimalkan potensi ekonomi masyarakat pesisir lewat pemanfaatan karbon biru di provinsi ke-34 Indonesia ini.
Komitmen tersebut disampaikan Gubernur Kaltara, Zainal A Paliwang saat melakukan rapat koordinasi bersama jajaran Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Pangan RI di Kantor Gubernur Kaltara, Tanjung Selor awal pekan kemarin.
Orang nomor satu di Kaltara ini menegaskan bahwa Pemprov Kaltara menyambut baik dan siap mendukung percepatan implementasi program M4CR, khususnya pada Sub-Komponen 1.4 yang berfokus pada rehabilitasi dan perlindungan kawasan mangrove.
Menurutnya, keberadaan mangrove memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir, mengurangi dampak perubahan iklim, serta membuka peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui skema perdagangan karbon biru.
“Program ini tidak hanya menjaga kelestarian lingkungan, tapi juga memberikan nilai ekonomi yang dapat dirasakan oleh masyarakat pesisir,” ujar Gubernur Zainal.
Untuk memastikan pelaksanaannya berjalan optimal, Pemprov Kaltara memperkuat kolaborasi dengan pemerintah kabupaten yang memiliki kawasan mangrove potensial, yakni Kabupaten Bulungan, Kabupaten Tana Tidung dan Kabupaten Nunukan. Termasuk juga melakukan sinergi dengan pemerintah pusat melalui kementerian/lembaga terkait.
Dengan begitu, Pemprov Kaltara berharap proyek karbon biru M4CR dapat memperkuat ketahanan wilayah pesisir, menjaga kelestarian mangrove, serta menciptakan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat. (iwk)
Editor : Azward Halim