TANJUNG SELOR – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Kaltara mengajak seluruh umat Islam memanfaatkan fenomena matahari tepat berada di atas Kakbah atau Rashdul Kiblat pada 15–16 Juli 2026, untuk memastikan kembali ketepatan arah kiblat di masjid, musala, madrasah, pondok pesantren, kantor maupun rumah.
Ajakan tersebut disampaikan Kepala Kanwil Kemenag Kaltara, H. Muh Saleh, sebagai tindak lanjut atas arahan Menteri Agama (Menag) RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA, dalam menyukseskan Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026. Ia mengatakan, menghadap kiblat merupakan salah satu syarat sah pelaksanaan salat. Karena itu, memastikan arah kiblat yang benar menjadi bagian penting dari ikhtiar umat Islam dalam menyempurnakan kualitas ibadah.
“Momentum Rashdul Kiblat ini merupakan kesempatan yang sangat baik karena Allah menghadirkan fenomena alam yang dapat dimanfaatkan untuk memverifikasi arah kiblat secara ilmiah, mudah, praktis dan memiliki tingkat akurasi yang tinggi. Kami mengajak seluruh umat Islam di Kalimantan Utara untuk memanfaatkannya bersama-sama,” kata Saleh kepada Radar Kaltara, Selasa (14/7).
Ia menjelaskan, fenomena Rashdul Kiblat terjadi ketika posisi Matahari tepat berada di atas Kakbah sehingga bayangan benda yang berdiri tegak lurus akan mengarah langsung ke Kakbah. Tahun ini fenomena tersebut berlangsung pada 15 -16 Juli 2026 pukul 17.27 Wita, sehingga dapat dimanfaatkan masyarakat Kalimantan Utara untuk mengecek kembali arah kiblat.
“Cukup siapkan tongkat atau benda yang dipasang tegak lurus di tempat terbuka. Pada waktu yang telah ditentukan, garis yang ditarik dari ujung bayangan menuju pangkal tongkat akan menunjukkan arah Kakbah,” jelasnya.
Untuk menyukseskan Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026, Saleh menginstruksikan seluruh jajaran Kemenag di Kaltara, mulai dari Kantor Kemenag kabupaten/kota, Kantor Urusan Agama (KUA), penyuluh agama, madrasah, pondok pesantren hingga pengurus masjid dan musala agar aktif mengedukasi masyarakat serta mendampingi proses pengukuran arah kiblat di wilayah masing-masing.
“Kami berharap seluruh satuan kerja Kementerian Agama di Kalimantan Utara dapat mengambil bagian dalam Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026. Ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi bentuk pelayanan keagamaan yang memberikan manfaat nyata agar masyarakat semakin yakin terhadap arah kiblat tempat ibadahnya,” katanya.
Selain memastikan akurasi arah kiblat, kegiatan tersebut juga diharapkan meningkatkan literasi masyarakat mengenai ilmu falak sebagai bagian dari pelayanan keagamaan yang memadukan nilai syariat dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Saleh menambahkan, masyarakat yang ingin mengikuti kegiatan tersebut dapat mendaftarkan lokasi pengukuran melalui portal Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026 untuk memperoleh panduan teknis pelaksanaan, baik secara mandiri maupun didampingi petugas Kemenag.
“Momentum ini hanya terjadi dua kali dalam setahun. Mari kita manfaatkan sebaik-baiknya sebagai ikhtiar bersama untuk memastikan arah kiblat sekaligus menyempurnakan kualitas ibadah salat. Semoga langkah kecil ini menjadi bagian dari upaya kita untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT,” pungkasnya. (jai)