TANJUNG SELOR – Kalimantan Utara (Kaltara) merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang masih mengandalkan akses sungai sebagai salah satu jalur transportasi angkutan umum, baik untuk barang maupun penumpang.
Saat ini, angkutan sungai dan penyebrangan (ASDP) menggunakan speedboat menjadi fasilitas penghubung di wilayah Kaltara untuk menjangkau daerah-daerah yang belum dapat atau sulit diakses melalui jalur darat maupun udara.
Hal ini yang membuat transportasi laut, sungai dan penyeberangan menjadi urat nadi dalam memperlancar arus lalulintas barang maupun penumpang di provinsi ke-34 Indonesia ini.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltara, Mustaqim mengatakan, berdasarkan data yang dihimpun dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltara, jumlah penumpang speedboat, baik yang berangkat maupun yang datang pada Mei 2026 sebanyak 73,02 ribu orang.
"Jika dibandingkan dengan kondisi April 2026 yang tercatat sebanyak 78,46 ribu orang, kondisi di Mei 2026 mengalami penurunan 6,94 persen," ujar Mustaqim saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu.
Kendati demikian, secara kumulatif jumlah penumpang speedboat di Kaltara pada Januari-Mei 2026, baik yang berangkat maupun yang datang mencapai 379.640 orang atau mengalami peningkatan 0,90 persen jika dilihat kondisi Januari-Mei 2025.
Dari lima kabupaten/kota yang ada di Kaltara, jumlah penumpang terbanyak pada Mei 2026 itu di pelabuhan Kota Tarakan yang mencapai 35.213 orang. Kemudian disusul dengan pelabuhan di Kabupaten Bulungan dengan jumlah 22.550 orang.
Setelah itu baru pelabuhan di Kabupaten Nunukan sebanyak 7.440 orang, pelabuhan di Kabupaten Malinau sebanyak 5.976 orang dan terakhir pelabuhan di Kabupaten Tana Tidung dengan jumlah 1.837 orang
Sementara itu, jumlah penumpang angkutan laut yang datang pada Mei 2026 sebanyak 15,38 ribu orang atau turun 51,07 persen jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang tercatat sebanyak 31,42 ribu orang.
Berbeda dengan jumlah penumpang angkutan laut yang berangkat pada Mei 2026 yang tercatat naik 3,92 persen atau mencapai 22,45 ribu orang, dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang tercatat hanya 21,60 ribu orang.
Sedangkan barang yang dimuat melalui angkutan laut di Kaltara pada Mei 2026 turun 14,97 persen. Kondisi ini berbeda dengan barang yang dibongkar yang tercatat mengalami kenaikan 13,90 persen jika dibandingkan bulan sebelumnya. (iwk)
Editor : Azward Halim