0 Kaltara Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Tak Putus di Batas Administrasi, Jalan Mahulu-Apau Kayan Harus Ditangani Secara Utuh 

Iwan RT • Senin, 13 Juli 2026 | 02:43 WIB
MEMPRIHATINKAN: Rombongan yang dipimpinan Wagub Kaltara saat meninjau jalan penghubung Mahulu-Apau Kayan. FOTO: ISTIMEWA 
MEMPRIHATINKAN: Rombongan yang dipimpinan Wagub Kaltara saat meninjau jalan penghubung Mahulu-Apau Kayan. FOTO: ISTIMEWA 

TANJUNG SELOR - Kerusakan jalan PT Sumalindo yang merupakan akses darat penghubung antara Mahakam Ulu (Mahulu) Kalimantan Timur (Kaltim) dan Apau Kayan Kalimantan Utara (Kaltara) saat ini menjadi salah satu sorotan publik. 

Sebagai bentuk respon terhadap kondisi sulit yang dihadap masyarakat perbatasan RI-Malaysia itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara, Pemprov Kaltim, PT Tujuan Mulia Makmur (TMM) dan PT Sumalindo Lestari Jaya, Tbk baru-baru ini kembali melakukan pertemuan. 

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Baperinda) Kaltara, Bertius mengatakan bahwa Pemprov Kaltara juga mengusulkan agar PT TMM tidak hanya menangani pembangunan jalan di wilayah Kaltim. 

"Tapi juga turut mendukung pembangunan segmen Km 122 hingga Km 147, sehingga penanganan ruas Jalan Sumalindo dapat dilakukan secara utuh, tidak putus di batas administrasi," ujar Bertius. 

Bertius mengatakan, jalan ini harus dibangun sebagai satu kesatuan koridor sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat di wilayah perbatasan provinsi ke-34 Indonesia ini. 

"Hal yang tak kalah pentingnya, kita harapkan juga mampu mendukung konektivitas kawasan perbatasan," katanya.

Usulan tersebut mendapat respons positif dari perwakilan PT TMM yang menyatakan akan menyampaikan permintaan tersebut kepada manajemen pusat untuk dipertimbangkan. 

Sebelumnya, rombongan yang dipimpin Wakil Gubernur (Wagub) Kaltara telah melakukan peninjauan lapangan dan menyusuri ruas jalan dari Km 0 - Km 95. 

Hasilnya menunjukkan sebagian besar ruas masih mengalami kerusakan berat, mulai dari jembatan kayu yang tidak lagi layak dilalui, longsoran, kubangan lumpur, hingga sedikitnya 25 sungai yang membutuhkan pembangunan jembatan permanen. 

Bertius menegaskan, kondisi tersebut semakin memperkuat urgensi percepatan pembangunan Jalan Sumalindo melalui kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah dan dunia usaha.

"Koridor ini akan menjadi salah satu penggerak konektivitas kawasan utara Kalimantan. Karena itu, kami berharap seluruh pihak dapat mempercepat langkah konkret agar akses dari kawasan perbatasan menuju IKN (Ibu Kota Nusantara) dapat segera terwujud," pungkasnya. (iwk)

Editor : Azward Halim
kaltara