TANJUNG SELOR – Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kalimantan Utara (Kaltara) tahun 2026 hingga semester pertama baru berada di angka 30,54 persen.
Berdasarkan data Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kaltara, serapan anggaran dalam enam bulan pertama 2026 itu masih didominasi belanja operasional, terutama belanja pegawai serta belanja barang dan jasa (barjas).
Plt Kepala BKAD Kaltara, Nurdin mengatakan, kondisi serapan anggaran ini merupakan pola yang hampir selalu terjadi setiap tahun, dimana pada awal tahun itu realisasinya belum maksimal.
Kendati demikian, BKAD tetap akan terus mendorong seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara untuk pmenggenjot percepatan realisasi dari kegiatan yang telah direncanakan.
"Belanja rutin tentu lebih cepat terealisasi karena dilakukan setiap bulan, sementara belanja modal umumnya baru meningkat seiring progres pelaksanaan pekerjaan di lapangan," ujar Nurdin.
Secara umum, belanja modal saat ini memang belum menunjukkan peningkatan yang signifikan. Karena, sebagian besar proyek pembangunan di semester pertama baru memasuki tahap pelaksanaan.
"Jadi untuk pembayaran kepada penyedia jasa dilakukan secara bertahap. Nah, itu biasanya baru naik menjelang akhir tahun atau pada triwulan empat," jelasnya.
Untuk menjaga agar realisasi tetap maksimal, ia menegaskan bahwa BKAD secara aktif akan terus melakukan pemantauan progres realisasi anggaran di tiap-tiap perangkat daerah.
Hal ini karena realisasi anggaran juga ditarget, yang mana setiap triwulan harus dilaporkan. Jangan sampai hingga akhir tahun realisasi masih kecil atau masih haduh dari target yang telah ditetapkan.
"Ini kita lakukan supaya progres atau serapan anggaran dapat terus terpantau. Kalau di kami harapannya realisasi anggaran ini bisa gerak sejak awal tahun, tidak menumpuk di akhir tahun," pungkasnya. (iwk)
Editor : Azward Halim