TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) terus melakukan upaya untuk melindungi dan mengelola ekosistem mangrove di wilayah pesisir provinsi ke-34 Indonesia ini.
Salah satunya lewat kick off meeting dan sosialisasi pelaksanaan Forest Programme (FP) VI yang berlangsung di Tanjung Selor pada Selasa (30/6).
Kegiatan yang dibuka Asisten Bidang Administrasi Umum Sekretariat Provinsi (Setprov) Kaltara, Taufik Hidayat itu difokuskan pada perlindungan, konservasi, serta pemulihan ekosistem hutan mangrove secara berkelanjutan.
"Untuk itu, sinergi dan komitmen kuat dari seluruh pihak menjadi landasan penting dalam menjaga kelestarian kawasan hutan mangrove sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir di Kalimantan Utara," ujar Taufik.
Kaltara memiliki posisi strategis dalam pembangunan berkelanjutan. Hal ini karena sebagian besar wilayahnya masih didominasi kawasan hutan.
Kondisi ini yang kemudian menjadi tanggung jawab bersama untuk menjaga kelestarian sumber daya alam sebagai penyangga kehidupan saat ini maupun bagi generasi yang akan datang.
Ditegaskannya bahwa hutan bukan hanya sekedar menjadi aset bagi daerah, tapi juga bagi nasional dan global.
"Karena hutan ini berfungsi sebagai penyerap karbon, menjaga keanekaragaman hayati, mengatur tata air, serta menjadi sumber penghidupan masyarakat," jelasnya.
TANTANGAN DAN PENDEKATAN
Taufik mengatakan, dalam hal menjaga ekosistem mangrove ini tentu masih ada berbagai tantangan yang dihadapi.
Mulai dari degradasi lahan, perubahan iklim, tekanan terhadap sumber daya alam, hingga kebutuhan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Jadi perlu adanya pendekatan pembangunan yang mampu menyeimbangkan aspek ekonomi, sosial, serta lingkungan secara harmonis," tuturnya.
Kendati demikian, Taufik dengan tegas menyampaikan bahwa Pemprov Kaltara akan terus memberikan dukungan melalui penguatan kebijakan, koordinasi lintas sektor, serta sinergi dengan pemerintah kabupaten/kota.
"Ini agar pelaksanaan Forest Programme VI berjalan optimal. Dengan semangat kolaborasi, inovasi dan keberlanjutan, saya optimistis kita dapat mewujudkan hutan yang lestari, masyarakat yang mandiri dan pembangunan yang berkeadilan," pungkasnya. (iwk/lim)
Editor : Azward Halim