TANJUNG SELOR - Kondisi infrastruktur pada ruas Jalan Lingkar Krayan, Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara) saat ini sudah dalam kondisi 'babak belur'. Bukan rusak lagi, tapi kondisi yang ada dapat dikatakan sudah tidak layak dijadikan jalan raya. Karena, kendaraan roda empat jenis doble gardan atau 4x4 saja tidak bisa melintas jika hanya menggunakan pelek ban standar seperti ring 16 atau 17.
Demikian disampaikan Ajang, salah seorang warga Krayan Selatan melalui sambungan selulernya, Minggu (28/6).
Untuk mengatasi persoalan ini, Ajang mengaku bahwa warga yang memiliki mobil di wilayah perbatasan negara ini diminta melakukan urunan untuk memperbaiki jalan tersebut. "Sekarang ini mobil yang pakai ban paling besar itu saja yang bisa lewat, seperti ban loging. Kalau cuma pelek 16 atau 17 itu tidak bisa," ujar Ajang.
Ia mengatakan, memang sebelumnya sempat ada proses penanganan yang dilakukan pemerintah. Tapi itu tidak bertahan lama sudah rusak kembali.
"Kemarin Pak Camat mengajak semua pemilik mobil di wilayah Krayan Selatan dan Krayan Tengah urunan untuk membeli BBM dan membayar operator alat berat dalam perbaikan jalan ini," tuturnya.
Disebutkannya, ruas Lingkar Krayan pada poros Lembudut ke Long Layu sampai ke Binuang, itu sedikitnya ada tiga titik yang kerusakannya sangat parah.
"Kalau seperti ini terus, kendaraan yang memuat BBM untuk PLN juga akhirnya jadi terhambat, dan daerah ini terancam gelap. Termasuk soal ketersediaan kebutuhan pokok juga pasti akan sulit," pungkasnya. (iwk/lim)
Editor : Azward Halim