0 Kaltara Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Kapolda Kaltara Tegaskan Tak Ada Ruang Penyalahgunaan Wewenang di Tubuh Polri

Fijai RT • Rabu, 1 Juli 2026 | 13:31 WIB
BERIKAN ARAHAN: Kapolda Kaltara Irjen Pol Djati Wiyoto Abady memberikan arahan dalam peringatan Hari Bhayangkara Ke-80, Rabu (1/7). FOTO: DOK POLDA KALTARA
BERIKAN ARAHAN: Kapolda Kaltara Irjen Pol Djati Wiyoto Abady memberikan arahan dalam peringatan Hari Bhayangkara Ke-80, Rabu (1/7). FOTO: DOK POLDA KALTARA

TANJUNG SELOR – Kapolda Kaltara, Irjen Pol Djati Wiyoto Abady memberikan pesan tegas kepada seluruh personel Polri untuk menjaga integritas dan kepercayaan masyarakat. Penegasan tersebut disampaikan dalam Upacara Peringatan Hari Bhayangkara Ke-80 di Lapangan Mapolda Kaltara, Rabu (1/7).

Mengusung tema “Polri untuk Masyarakat”, Kapolda menegaskan bahwa setiap anggota Polri harus memahami kewenangan yang melekat bukan sebagai hak istimewa, melainkan amanah yang harus dijalankan secara profesional dan bertanggung jawab.
“Jangan ada lagi penyalahgunaan wewenang, jangan ada lagi perilaku arogan, dan jangan ada lagi tindakan yang mencederai marwah institusi,” tegas Djati dalam amanatnya.

Menurutnya, kepercayaan masyarakat terhadap Polri dibangun melalui kerja keras ribuan personel yang menjalankan tugas dengan penuh pengabdian. Karena itu, setiap tindakan anggota harus mencerminkan nilai-nilai kepolisian yang humanis dan berintegritas.
“Satu kesalahan yang dilakukan seorang anggota dapat menghilangkan kepercayaan masyarakat yang selama ini dibangun oleh banyak personel yang bekerja dengan tulus,” ujarnya.

Djati mengingatkan bahwa seragam Polri bukan hanya simbol kedinasan, tetapi merupakan bentuk kepercayaan negara dan harapan masyarakat. Setiap keputusan maupun tindakan anggota harus berlandaskan hukum, etika, serta hati nurani.
“Jadikan seragam Polri sebagai simbol kepercayaan. Setiap langkah yang kita ambil harus sesuai aturan dan mencerminkan tanggung jawab sebagai pelindung, pengayom, serta pelayan masyarakat,” katanya.

Dalam amanatnya, Djati turut menyoroti tantangan tugas kepolisian yang semakin kompleks. Perkembangan teknologi, kecerdasan buatan, kejahatan siber, perdagangan orang, peredaran narkotika hingga kejahatan lintas negara menjadi tantangan yang harus dihadapi.
“Setiap anggota Polri harus menjadi pembelajar seumur hidup, terus meningkatkan kemampuan, berinovasi, dan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman,” jelasnya.

Sebagai provinsi yang berbatasan langsung dengan negara lain, Djati menyebut Kaltara memiliki tantangan tersendiri dalam menjaga keamanan wilayah. Potensi penyelundupan, narkotika, perdagangan orang, hingga gangguan keamanan di kawasan perbatasan menjadi perhatian utama.
“Wilayah Kaltara memiliki karakteristik khusus. Kita harus bekerja lebih cepat, lebih cerdas, dan lebih solid dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat,” ungkapnya.

Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel Polda Kaltara yang telah menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif. Menurutnya, capaian tersebut tidak lepas dari kerja keras, soliditas, loyalitas personel, serta dukungan keluarga besar Polri.
Ia berharap Hari Bhayangkara ke-80 menjadi momentum bagi seluruh insan Bhayangkara untuk memperkuat komitmen pengabdian kepada masyarakat.
“Jadikan setiap penugasan sebagai ladang ibadah, setiap pelayanan sebagai wujud cinta kepada masyarakat, dan setiap tantangan sebagai kesempatan membuktikan bahwa Polri siap berubah, siap melayani, dan siap menjaga Indonesia,” pungkasnya. (jai/lim)

Editor : Azward Halim
#kaltara