TANJUNG SELOR – Menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) II Kaltara 2026, Bupati Bulungan, Syarwani, meminta Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (DKOP) Bulungan memperkuat konsolidasi seluruh sektor yang menjadi tanggung jawabnya. Mulai dari pembinaan olahraga prestasi, pengembangan seni budaya hingga pengelolaan aset daerah.
Syarwani menegaskan, DKOP memiliki peran penting dalam memastikan berbagai potensi yang ada dapat dikelola secara maksimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Saya ingin seluruh potensi dan bidang yang ada di DKOP benar-benar dikonsolidasikan. Seluruh program, aset, dan mitra kerja harus dikawal agar berjalan sesuai dengan tujuan pembangunan daerah,” kata Syarwani kepada Radar Kaltara, Kamis (18/6).
Selain penguatan program, Syarwani mengingatkan agar seluruh aset yang berada di bawah pengelolaan DKOP dijaga dan dimanfaatkan secara optimal sesuai ketentuan yang berlaku.
“Seluruh aset yang dikelola DKOP harus kita jaga dan kawal. Apabila ada pemanfaatan aset daerah yang dikenakan retribusi, tentu harus memiliki dasar hukum melalui peraturan daerah terkait pajak dan retribusi daerah,” katanya.
Dalam bidang olahraga prestasi, Syarwani meminta DKOP segera melakukan koordinasi intensif dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bulungan guna mempersiapkan kontingen daerah menghadapi Porprov di Malinau.
“Kita masih memiliki waktu kurang lebih tiga bulan untuk memastikan keikutsertaan kontingen Bulungan pada ajang Porprov nanti dengan persiapan dan raihan prestasi yang maksimal,” jelasnya.
Menurutnya, Bulungan memiliki sejarah prestasi yang cukup baik dalam ajang olahraga tingkat provinsi. Hal tersebut harus menjadi motivasi untuk kembali menunjukkan kemampuan atlet daerah.
“Pada pelaksanaan sebelumnya, kita mampu memberikan kontribusi dan mengharumkan nama Kabupaten Bulungan. Mudah-mudahan di bawah kepemimpinan yang baru, konsolidasi dapat berjalan maksimal,” ungkapnya.
Syarwani meminta DKOP bersama KONI dan seluruh cabang olahraga melakukan pemetaan kekuatan atlet serta memastikan pembinaan berjalan efektif.
“Cabang olahraga prestasi harus menjadi perhatian, terutama yang memiliki peluang besar untuk mendulang medali pada Porprov Kaltara 2026,” tuturnya.
Ia menyebut beberapa cabang olahraga yang telah berkembang di Bulungan memiliki potensi besar, seperti panahan, panjat tebing, dan berbagai cabang lainnya.
“Beberapa kegiatan olahraga yang sudah dilaksanakan KONI Bulungan menunjukkan potensi besar. Ini harus terus dikembangkan dan diarahkan untuk persiapan Porprov,” katanya.
Selain olahraga prestasi, Bupati juga meminta DKOP memperkuat kerja sama dengan Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) sebagai wadah pengembangan olahraga masyarakat.
“KORMI harus menjadi mitra DKOP untuk memastikan olahraga masyarakat terus tumbuh dan berkembang di Kabupaten Bulungan,” ujarnya.
Tidak hanya sektor olahraga, Syarwani turut menyoroti perkembangan seni dan budaya daerah. Menurutnya, banyak komunitas kreatif masyarakat yang membutuhkan wadah agar dapat berkembang lebih terarah.
“Kita melihat banyak komunitas penggiat seni budaya di Bulungan. Ini harus kita fasilitasi sehingga tidak berjalan sendiri-sendiri,” jelasnya.
Ia mendorong DKOP untuk menginisiasi pembentukan Dewan Kesenian Daerah sebagai wadah yang dapat menaungi para pelaku seni dan budaya.
“Dengan adanya wadah bersama, seluruh komunitas seni budaya bisa terintegrasi dan menjadi kekuatan baru bagi pemerintah daerah,” katanya.
Syarwani menilai generasi muda Bulungan memiliki potensi besar dalam bidang seni budaya yang perlu mendapatkan ruang ekspresi.
“Generasi muda yang bergerak di bidang seni budaya harus kita dorong. Mereka adalah bagian penting dari pembangunan daerah,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan rencana pelaksanaan kegiatan Musik Alam 2026 sebagai salah satu ruang kreativitas anak muda Bulungan.
“Kita ingin menyediakan ruang bagi anak-anak muda untuk berekspresi melalui seni budaya. Musik Alam 2026 diharapkan menjadi salah satu wadah kreativitas tersebut,” ujarnya.
Ia berharap DKOP mampu menjadi motor penggerak dalam membangun ekosistem olahraga, kepemudaan, dan seni budaya yang kuat.
“Semua potensi ini harus kita kelola bersama agar memberikan manfaat dan menjadi bagian dari kemajuan Kabupaten Bulungan,” pungkasnya. (jai/lim)