0 Kaltara Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Kondisi Jalan di Krayan Semakin Memprihatinkan, Warga Gotong Royong Lakukan Penanganan

Iwan RT • Jumat, 26 Juni 2026 | 13:35 WIB
INFRASTRUKTUR: Kondisi salah satu titik ruas jalan yang mengalami kerusakan cukup parah di wilayah Krayan.
INFRASTRUKTUR: Kondisi salah satu titik ruas jalan yang mengalami kerusakan cukup parah di wilayah Krayan.

TANJUNG SELOR – Kondisi akses jalan di wilayah Krayan, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) saat ini sudah semakin memprihatinkan.

Hal itu ditandai dengan kerusakan pada infrastruktur jalur transportasi darat tersebut sudah semakin parah. Bahkan, kendaraan amblas hingga rusak di jalan itu sudah menjadi hal yang biasa terjadi.

Berdasarkan potongan video yang diterima Radar Tarakan, tampak warga di kawasan perbatasan RI-Malaysia tersebut melakukan gotong royong sebagai bentuk penanganan sementara agar akses jalan tersebut dapat dilalui kendaraan.

Dalam proses penanganan, warga menggunakan belahan kayu panjang untuk dipasangkan di dalam kubangan pada jalur ban kendaraan agar kendaraan roda empat atau mobil yang digunakan warga bisa melintas.

Bukan satu dua meter, tapi kerusakan pada satu titik itu ada yang mencapai puluhan meter dengan kondisi yang terbilang sangat parah, baik itu pada akses yang menjadi kewenangan pusat maupun daerah.

Kepala Desa (Kades) Binuang, Kalvin saat dikonfirmasi terkait informasi ini membenarkan bahwa kondisi jalan di wilayah perbatasan tersebut saat ini sudah semakin parah.

“Salah satu titik itu seperti di jalan antra Binuang-Long Umung, itu jalan APBN (jalan nasional),” ujar Kalvin kepada Radar Tarakan, Kamis (25/6). 

Termasuk untuk akses jalan lainnya juga banyak yang mengalami kerusakan yang cukup parah, terlebih pada link jalan provinsi, seperti dari Long Layu ke Long Budud. 

Terpisah, Ajang salah seorang warga Krayan Selatan juga mengatakan hal yang sama, yang mana kondisi jalan di wilayah perbatasan negara ini sudah sangat memprihatinkan.

“Kondisi sekarang ini masih seperti semula, sempat dikerjakan kemarin oleh pemerintah, tapi tidak ada perubahan yang signifikan,” ungkapnya.

Ia mengatakan, untuk kendaraan roda empat yang menggunakan ban dengan lingkaran pelek 16 atau 17, itu tidak bisa lewat di jalan yang mengalami kerusakan yang parah pada Lingkar Krayan yang merupakan jalan yang menjadi kewenangan provinsi.

“Ini pada akses jalan dari Lembudud ke Long Layu sampai ke Binuang. Ini ada tiga titik jalan yang kerusakannya paling parah, jadi harus pakai ban yang paling besar. Itu saja yang bisa lewat,” tuturnya.

Terhadap hal ini, maka diharapkan ada upaya percepatan dari pemerintah untuk melakukan penanganan atau perbaikan kerusakan pada akses jalan di wilayah perbatasan dan pedalaman Kaltara ini. (iwk/lim)

Editor : Azward Halim
#kaltara