TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelestarian lingkungan pada momentum peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2025.
Langkah nyata ini ditunjukkan dengan dilakukannya penanaman pohon oleh Wakil Gubernur (Wagub) Kaltara, Ingkong Ala beserta jajaran perangkat daerah terkait di daerah pesisir Pantai Cemara, Desa Mangkupadi, Tanjung Palas Timur, Bulungan pada Kamis (25/6).
Pada kesempatan itu, Wagub Ingkong menegaskan bahwa saat ini dunia saat ini dihadapkan dengan tiga krisis lingkungan yang saling berkaitan, yakni perubahan iklim, degradasi keanekaragaman hayati serta pencemaran lingkungan.
“Ketiga krisis ini saling berkaitan dan menjadi ancaman serius bagi umat manusia, stabilitas ekonomi serta ketahanan sosial di berbagai belahan dunia,” ujar Wagub Ingkong.
Sebagai langkah konkret, lanjut Wagub Ingkong, sedikitnya sudah ada lima langkah nyata yang dicanangkan pemerintah guna mengatasi persoalan ini, yakni membiasakan pemilahan sampah, membangun budaya bersih dan gotong royong, memperkuat ekonomi sirkular melalui prinsip reduce, reuse dan recycle, melaksanakan penanaman pohon secara masif, serta memastikan pengelolaan limbah yang aman.
“Dampak dari perubahan iklim ini sudah nyata dirasakan dan berdampak secara langsung terhadap kehidupan masyarakat, sehingga butuh adanya perhatian dan tindakan nyata yang dilakukan secara bersama-sama,” tuturnya.
Dalam menjaga lingkungan, tentu itu bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan harus dilakukan dengan kerja sama dari semua elemen masyarakat, khususnya yang ada di provinsi ke-34 Indonesia ini.
“Untuk itu mari kita memperkuat sinergitas untuk bergerak menjaga lingkungan ini. Mari kita mulai dengan berbuat dari hal yang sederhana, seperti membiasakan memilah sampah dari rumah sebelum dibuang, serta mengurangi penggunaan plastik sekali pakai,” serunya.
Lewat momentum yang mengusung tema ‘Act Now For Climate’ ini, Wagub Ingkong pun mengajak seluruh masyarakat untuk tidak memandang perubahan iklim yang terjadi hari ini sebagai ancaman yang jauh, melainkan kenyataan yang sudah dirasakan dalam kehidupan sehari-hari. (iwk/lim)
Editor : Azward Halim