TANJUNG SELOR - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) terus melakukan upaya untuk melakukan penyelesaian desa tanpa listrik yang ada di wilayah Kaltara.
Salah satu cara untuk mempercepat pemenuhan layanan energi terhadap masyarakat perbatasan RI-Malaysia ini dengan berkolaborasi dengan pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Berdasarkan data performa infrastruktur pada triwulan I tahun 2026, rasio elektrifikasi di Kaltara sejatinya telah menyentuh angka 96,96 persen, dengan rasio desa berlistrik 87,55 persen.
Kendati grafik makro menunjukkan tren yang positif, tapi penyediaan akses energi di unit administrasi terkecil seperti wilayah perbatasan dan pedalaman masih menyisakan tantangan.
Saat ini, masih terdapat 123 desa di Kaltara yang belum teraliri listrik secara memadai, di mana seluruhnya berada di kawasan perbatasan dan pedalaman.
Wakil Gubernur (Wagub) Kaltara, Ingkong Ala mengatakan, kondisi geografis yang ekstrem dan jarak pemukiman yang jauh dari jaringan interkoneksi utama menjadi faktor penghambat dalam pemenuhan energi listrik di wilayah ini.
"Termasuk belum tersedianya akses jalan darat yang memadai juga menjadi kendala utama di lapangan. Mayoritas lokasi hanya bisa ditempuh lewat jalur sungai," ujar Wagub Ingkong.
Kendati demikian, tantangan ini tidak menyurutkan komitmen Pemprov Kaltara untuk menghadirkan keadilan energi bagi masyarakat di provinsi ke-34 Indonesia ini secara merata dan menyeluruh.
Politisi Partai Hanura ini mengatakan, langkah strategis yang disiapkan Pemprov Kaltara untuk menyikapi hal ini di antaranya percepatan dan prioritas proses perizinan pembangunan ketenagalistrikan.
Selain itu, Pemprov Kaltara juga berkomitmen memfasilitasi penyediaan lahan yang aman dan dekat pemukiman untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) komunal.
"Secara paralel, upaya perbaikan infrastruktur jalan darat juga terus diupayakan guna mempermudah mobilisasi logistik serta material kelistrikan ke lokasi-lokasi proyek yang direncanakan," tegasnya. (iwk/lim)
Editor : Azward Halim