TANJUNG SELOR - Peningkatan pendapatan asli daerah ((PAD) menjadi salah satu atensi atau perhatian dari pemerintah daerah untuk memperkuat fiskal daerah, tak terkecuali Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara).
Terhadap hal ini, Gubernur Kaltara, Zainal Arifin Paliwang meminta kepada Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kaltara yang baru dilantik pasca jof fit pada Kamis (11/6) lalu, dapat bergerak cepat untuk mengoptimalkan potensi-potensi yang ada.
“Saya harapkan Kepala Bapenda yang baru ini dapat melakukan langkah cepat untuk mencari peluang PAD, baik yang baru maupun memaksimalkan yang sudah ada,” ujar Gubernur Zainal kepada Radar Tarakan saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu.
Orang nomor satu di Kaltara ini mengatakan, sejauh ini masih ada banyak sektor yang belum tersentuh, sehingga diharapkan itu dapat ditindaklanjuti oleh perangkat daerah teknis agar bisa meningkatkan PAD.
“Banyak potensi pajak yang belum tersentuh di tempat kita ini. Misalnya seperti pajak alat berat, termasuk potensi lain seperti perindustrian,” kata Gubernur Zainal.
Termasuk pajak kendaraan bermotor (PKB), khusus yang saat ini belum menggunakan plat KU, itu didorong untuk segera melakukan proses mutasi ke Kaltara atau menggunakan plat KU.
“Kalau saya, targetnya supaya dapat lebih baik ke depannya. Potensi sumber pajak daerah harus kita gali semaksimal mungkin untuk meningkatkan PAD kita,” tegasnya.
KARANTINA SUMBANG RP 3,3 T DALAM 6 BULAN
Gubernur Zainal juga mengatakan bahwa baru-baru ini dirinya bertemu dengan Kepala Balai Karantina di Tarakan, yang mana ia mendapatkan informasi pendapatan dari sektor karantina ini sangat menggembirakan.
“Kita bersyukur bahwa di sektor karantina ini cukup baik. Tahun 2025, pendapatan di sektor karantina Rp 2,2 triliun. Kemudian di tahun 2026, sampai Juni ini sudah mencapai Rp 3,3 triliun. Baru enam bulan sudah Rp 3,3 triliun,” tuturnya.
Terhadap sektor karantina ini, salah satu penopangnya adalah ekspor hasil kelautan dan perikanan yang ada di provinsi ke-34 Indonesia ini.
“Sektor perikanan dan kelautan ini sangat membantu dalam peningkatan PAD, ini dampak ekspor. Mudah-mudahan banyak lagi peluang ekspor lainnya, supaya di tahun 2026 ini dapat mencapai sampai Rp 6 triliun lebih,” pungkasnya. (iwk/lim)
Editor : Azward Halim