TANJUNG SELOR - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan mencatat sebanyak 119.941 pekerja di Kaltara masih belum terlindungi.
Hal itu disampaikan Wakil Kepala Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Kalimantan, Budi Jatmiko pada rapat pembahasan universal coverage jamsostek (UCJ) Kaltara tahun 2026 di Tanjung Selor, Kamis (11/6).
"Lewat forum ini, kita kumpulkan semua daerah untuk membahas soal optimalisasi terkait sinergi dan kolaborasi," ujar Budi kepada Radar Tarakan usai kegiatan tersebut.
Ia berharap, setelah kegiatan ini ada langkah strategis yang bisa dilakukan bersama. Setidaknya angka 119.941 pekerja yang masih belum terlindungi itu dapat dicapai.
"Karena target UCJ di Kalimantan Utara ini cukup tinggi sebenarnya secara nasional. Karena memang sudah kesepakatan dengan Kementerian Dalam Negeri, capaiannya itu harus mencapai 80,07 persen di tahun 2026," tuturnya.
Oleh karena itu, angka 119.941 pekerja itu tadi akan mendorong angka itu menjadi target 2026 bisa tercapai.
Selain itu, Budi menilai minat masyarakat cukup bagus terkait Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ini. Hal itu dapat dilihat dari angka UCJ yang saat ini berada di angka 41,96 persen.
"Sebenarnya partisipasi masyarakat di sini sudah cukup bagus, cuma memang penguatan literasi, edukasi itu harus terus kita dorong," tuturnya.
Setidaknya, dengan literasi dan edukasi, program BPJS Ketenagakerjaan di provinsi ke-34 Indonesia ini bisa meningkatkan wawasan masyarakat, serta meningkatkan kepesertaannya.
"Jadi salah satu konsen kami, bagaimana edukasi kepada masyarakat itu dapat kami tingkatkan agar cakupan kepesertaan ini bisa lebih maksimal lagi," pungkasnya. (iwk/lim)
Editor : Azward Halim