TANJUNG SELOR - Sensus ekonomi 2026 di Kalimantan Utara (Kaltara) secara resmi telah dicanangkan di Tanjung Selor pada Selasa (9/6).
Pencanangan tersebut dilakukan oleh Gubernur Kaltara, Zainal Arifin Paliwang dengan didampingi oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltara, Mustaqim.
Langkah ini menjadi langkah strategis dalam menyediakan data ekonomi yang akurat sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan daerah dan nasional ke depan.
Gubernur Zainal mengatakan, sensus ekonomi merupakan agenda nasional yang dilaksanakan BPS setiap 10 tahun sekali, yang mana tahun ini menjadi sensus ekonomi kelima sejak pertama kali digelar di Indonesia.
"Tujuan utama dari sensus ekonomi ini adalah untuk menghasilkan data ekonomi yang lengkap dan akurat," ujar Gubernur Zainal kepada Radar Tarakan usai membuka kegiatan tersebut.
Menurutnya, data yang berkualitas merupakan fondasi utama dan penting dalam merumuskan kebijakan yang tepat sasaran. Lewat sensus ini, pemerintah akan memperoleh gambaran menyeluruh mengenai struktur ekonomi daerah.
PELUANG EKONOMI KALTARA
Gubernur Zainal menilai, pelaksanaan sensus ekonomi ini menjadi semakin penting mengingat besarnya peluang ekonomi yang dimiliki provinsi ke-34 Indonesia ini.
Utamanya dengan kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI) di Kabupaten Bulungan, serta sejumlah proyek strategis lainnya yang ada di Kaltara.
Oleh karena itu, sensus ekonomi ini tidak hanya mendata pelaku usaha, tapi juga memotret kondisi sosial ekonomi masyarakat secara lebih luas lagi.
"Keberhasilan sensus ekonomi ini merupakan tanggung jawab kita bersama. Untuk itu, peran petugas sensus di lapangan serta dukungan seluruh pihak menjadi sangat penting," kata Gubernur Zainal.
Dengan begitu, orang nomor satu di Kaltara ini mengajak semua pihak, termasuk masyarakat umum untuk sama-sama berpartisipasi aktif dengan memberikan data secara lengkap dan benar.
"Mari kita sukseskan sensus ekonomi ini. Catat seluruh potensi ekonomi dan kondisi masyarakat secara lengkap, akurat dan berkualitas. Karena data hari ini akan menentukan kebijakan pembangunan ke depan," jelasnya.
Untuk diketahui, sensus ekonomi kali ini dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia mulai Mei - Agustus 2026. (iwk/lim)
Editor : Azward Halim