TANJUNG SELOR - Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Utara (Kaltara) kembali mencatat terjadinya inflasi secara tahunan atau secara y-on-y pada Mei 2026.
Berdasarkan hasil pemantauan BPS Kaltara di tiga kabupaten/kota, terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 106,90 pada Mei 2025 menjadi 110,00 pada Mei 2026 atau terjadi inflasi 2,90 persen.
Kepala BPS Kaltara, Mustaqim mengatakan, komoditas penyumbang atau pemberi andil dominan inflasi Kaltara pada Mei 2026, mulai dari beras, emas perhiasan, tarif angkutan udara, tarif air minum PAM, tarif rumah sakit, hingga krim wajah.
Sedangkan komoditas yang memberikan andil deflasi y-on-y, mulai dari ikan layang, kangkung, bawang putih, cabai rawit, bayam, cabai merah, sawi hijau, sabun detergen bubuk, udang basah, daun bawang, hingga jagung manis.
"Inflasi y-on-y pada Mei 2026 terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks kelompok pengeluaran," ujar Mustaqim, Selasa (2/6).
Kenaikan harga ini mulai dari kelompok makanan, minuman dan tembakau 1,84 persen, kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga 2,97 persen, kelompok kesehatan 7,84 persen, kelompok transportasi 4,51 persen, serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya 9,53 persen.
Selain itu, Mustaqim juga menyampaikan bahwa seluruh kota IHK di provinsi ke-34 Indonesia ini yang berjumlah tiga kabupaten/kota tercatat mengalami inflasi pada Mei 2026.
"Inflasi y-on-y tertinggi terjadi di Tanjung Selor sebesar 3,97 persen dengan IHK 109,51 dan terendah di Nunukan sebesar 2,03 persen dengan IHK 111,10. Sedangkan inflasi di Tarakan 3,08 dengan IHK 109,53," pungkasnya. (iwk/lim)
Editor : Azward Halim