Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Wakapolda Kaltara: Pancasila Harus Menjadi Jangkar Moral Bangsa

Fijai RT • Selasa, 2 Juni 2026 | 11:40 WIB
HARI PANCASILA: Pelaksanaan apel Hari Pencasila di Mapolda Kaltara, Senin (1/6). FOTO: DOK POLDA KALTARA
HARI PANCASILA: Pelaksanaan apel Hari Pencasila di Mapolda Kaltara, Senin (1/6). FOTO: DOK POLDA KALTARA

TANJUNG SELOR - Polda Kaltara menggelar upacara peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 di Lapangan Mapolda Kaltara, Senin (1/6). Upacara dipimpin Wakapolda Kaltara Brigjen Pol Yusuf.

Dalam upacara tersebut, Yusuf membacakan amanat tertulis Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI Yudian Wahyudi. Mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini menegaskan pentingnya nilai luhur Pancasila sebagai perekat bangsa sekaligus kontribusi Indonesia dalam mewujudkan perdamaian global.
“Peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi momentum refleksi untuk memastikan api Pancasila tetap menyala dalam jiwa setiap insan Indonesia,” kata Yusuf saat membacakan amanat BPIP.

Dalam amanat tersebut ditegaskan bahwa Pancasila merupakan bintang penuntun sekaligus jangkar moral bangsa Indonesia. Di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian, Indonesia dinilai mampu menunjukkan bahwa keberagaman bukanlah penghalang untuk bersatu, melainkan kekuatan yang harus dijaga bersama.
“Indonesia telah membuktikan bahwa lebih dari 17 ribu pulau, ratusan kelompok etnik, bahasa, dan budaya dapat disatukan dalam satu ikatan kebangsaan yang kokoh berdasarkan Pancasila,” katanya.

Lebih lanjut, Indonesia juga memiliki tanggung jawab konstitusional untuk ikut menjaga ketertiban dunia sebagaimana diamanatkan dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai kontribusi Indonesia dalam misi perdamaian internasional.
“Keikutsertaan pasukan perdamaian Indonesia di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), peran aktif dalam mediasi konflik regional, serta konsistensi menyuarakan keadilan bagi bangsa-bangsa yang tertindas merupakan implementasi nyata nilai kemanusiaan yang adil dan beradab,” ungkapnya.

Yusuf mengingatkan bahwa tantangan kebangsaan saat ini tidak hanya datang dari luar, tetapi juga dari dalam negeri. Karena itu, seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, harus menjadikan Pancasila sebagai pedoman hidup dalam kehidupan sehari-hari.
“Pancasila harus menjadi ideologi yang hidup, bukan sekadar teks sejarah yang dihafalkan. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya harus diwujudkan dalam tindakan nyata,” tegasnya.

Menurutnya, semangat persatuan, toleransi, religiusitas, dan kemanusiaan harus terus diperkuat untuk menjaga harmonisasi bangsa. Setiap kebijakan publik juga harus berorientasi pada keadilan sosial dan menjunjung tinggi keberagaman.
“Melawan intoleransi, menjaga persatuan, dan mewujudkan keadilan sosial merupakan bagian dari implementasi nilai-nilai Pancasila yang harus terus dijaga,” tambabnya. (jai/lim)

Editor : Azward Halim
#kaltara