Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Gubernur Kaltara Dorong Kolaborasi Kembangkan Ekonomi Berbasis Budaya

Iwan RT • Selasa, 2 Juni 2026 | 11:26 WIB
KOLABORASI: Gubernur Kaltara, Zainal Arifin Paliwang saat sambutan pada Musdalub DAD Kaltara di Tanjung Selor. FOTO: IWAN K/RADAR TARAKAN
KOLABORASI: Gubernur Kaltara, Zainal Arifin Paliwang saat sambutan pada Musdalub DAD Kaltara di Tanjung Selor. FOTO: IWAN K/RADAR TARAKAN

TANJUNG SELOR - Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Zainal Arifin Paliwang mendorong adanya kolaborasi Dewan Adat Dayak (DAD) dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan dalam mengembangkan ekonomi berbasis budaya.

Hal itu disampaikan Gubernur Zainal saat menghadiri Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) DAD Kaltara di Tanjung Selor, Jumat (29/5). Ia menilai adat dan budaya tidak hanya memiliki nilai identitas, tapi juga memiliki potensi besar untuk menjadi sumber kesejahteraan masyarakat. 

"Produk-produk budaya seperti kerajinan, ukiran, anyaman, manik-manik, alat musik tradisional, seni pertunjukan, hingga kekayaan kuliner lokal perlu dikelola secara berkelanjutan agar mampu memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat," ujar Gubernur Zainal. 

Orang nomor satu di Kaltara ini memiliki harapan bahwa generasi mendatang dapat tumbuh dengan rasa bangga terhadap adat dan budaya, karena adat bukan hanya diwariskan, tapi juga mampu memberikan kehidupan yang lebih baik.

Di tengah posisi strategis Kaltara sebagai wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) dan beranda depan Indonesia, ia berharap DAD dapat terus menjadi garda terdepan dalam menjaga ketahanan sosial, serta melestarikan hutan dan lingkungan. 

"Termasuk memelihara kerukunan antar masyarakat, serta menangkal berbagai pengaruh negatif yang dapat menggerus nilai-nilai luhur bangsa," tuturnya. 


Komitmen Dukung Penguatan Kelembagaan Adat

Gubernur Zainal juga menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara juga berkomitmen untuk terus mendukung penguatan kelembagaan adat melalui berbagai program. 

Mulai dari pembinaan desa budaya dan sanggar seni, penguatan agenda festival budaya sebagai bagian dari pengembangan pariwisata daerah, serta upaya perlindungan terhadap situs adat dan kawasan yang memiliki nilai historis dan kultural bagi masyarakat adat.

"Saya percaya musdalub ini akan menghasilkan keputusan-keputusan terbaik yang mampu memperkuat organisasi, menjaga marwah adat, serta memberikan arah yang konstruktif bagi kemajuan masyarakat dayak dan pembangunan Kalimantan Utara," tegasnya. 

Musdalub ini memiliki makna yang sangat penting, bukan hanya sebagai agenda kelembagaan dan konsolidasi organisasi, tapi juga sebagai ruang bersama untuk memperkuat persatuan, menjaga kehormatan adat, serta meneguhkan kembali peran strategis masyarakat adat Dayak dalam pembangunan daerah. 

"Dewan Adat Dayak merupakan rumah besar yang menaungi keberagaman, mempertemukan nilai-nilai luhur, serta menjadi wadah untuk merumuskan langkah yang bijaksana dalam menghadapi tantangan zaman," katanya. 

Sebagai provinsi yang berada di wilayah perbatasan dan menjadi beranda terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Kaltara memerlukan kekuatan sosial dan budaya yang kokoh sebagai fondasi pembangunan.

Hal ini sejalan dengan visi pembangunan Kaltara tahun 2025-2030, yakni 'Terwujudnya Fondasi Transformasi Kaltara yang Kokoh Sebagai Beranda Depan NKRI yang Maju, Makmur dan Berkelanjutan'. (iwk/lim)

Editor : Azward Halim
#kaltara