TANJUNG SELOR – Selain kasus penyekapan dan kekerasan seksual yang menimpa mahasiswi asal Kalimantan Utara (Kaltara) di Makassar, di waktu yang hampir bersamaan juga terjadi dugaan penculikan dan penganiayaan oleh orang tak dikenal di Tanjung Selor.
Informasi ini beredar luas di sejumlah media sosial. Dalam video yang berdurasi 4 menit 2 detik itu, korban bernama Mahfud yang merupakan warga Kampung Arab itu mengaku diculik saat hendak tidur pada Rabu (13/5) malam sekitar pukul 12.00 Wita.
Dalam potongan video itu, korban menceritakan kronologis kejadian mulai dari dirinya didatangi pelaku dan ditelentangkan, kemudian diborgol dan kepalanya ditutup oleh pelaku sebelum kemudian dimasukkan ke dalam mobil.
Tak hanya sampai di situ, korban juga mengaku saat di dalam mobil dirinya dipikul oleh pelaku, lalu dibawa oleh pelaku ke hutan-hutan daerah Tanjung Palas untuk kemudian kembali dianiaya hingga paha, tanggan dan belakang koban mengalami memar-memar.
Menerima informasi tersebut, Ketua DPRD Kaltara, Achmad Djufrie langsung mendatangi kediaman korban untuk memastikan kebenaran dari informasi tersebut. Achmad Djufrie pun mengecam keras dugaan penculikan dan penganiayaan tersebut.
“Saya mengecam keras kejadian ini. Ini bukan kejahatan biasa, ini penyiksaan. Seorang masyarakat diculik, kemudian dianiaya secara membabi buta sampai mengalami luka lebam di sekujur tubuh,” tegas Achmad Djufrie.
Terhadap hal itu, Politisi Partai Gerindra ini meminta kepada aparat kepolisian untuk bergerak cepat dalam mengungkap kasus ini sesegera mungkin.
“Jangan biarkan pelaku berkeliaran bebas di sekitar kita. Tangkap dan proses pelaku dengan seadil-adilnya. Ini pesan saya sebagai wakil rakyat,” pungkasnya. (iwk)
Editor : Azward Halim