Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Peringatan Hari Perpustakaan Nasional Jadi Momentum Menguatkan Budaya Literasi di Kalimantan Utara

Azward Halim • Minggu, 17 Mei 2026 | 14:18 WIB
ILUSTRASI: Salah satu perpustakaan di Tanjung Selor yang ramai pengunjung peserta didik. FOTO: DPK KALTARA
ILUSTRASI: Salah satu perpustakaan di Tanjung Selor yang ramai pengunjung peserta didik. FOTO: DPK KALTARA

TANJUNG SELOR - Peringatan Hari Perpustakaan Nasional tahun 2026 menjadi momentum penting bagi masyarakat Kalimantan Utara untuk kembali meneguhkan budaya literasi di tengah derasnya arus perkembangan teknologi dan informasi digital yang terus bergerak cepat.

 

Melalui tema “Merawat Pustaka, Memartabatkan Bangsa”, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Utara mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan perpustakaan bukan sekadar tempat menyimpan buku, melainkan sebagai pusat pembelajaran, ruang kreativitas, dan wadah tumbuhnya generasi yang cerdas serta berdaya saing.

ILUSTRASI: Salah satu perpustakaan di Tanjung Selor yang ramai pengunjung peserta didik. FOTO: DPK KALTARA
ILUSTRASI: Salah satu perpustakaan di Tanjung Selor yang ramai pengunjung peserta didik. FOTO: DPK KALTARA

 

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Utara, Ilham Zein, menegaskan bahwa peran perpustakaan saat ini telah mengalami perubahan besar seiring perkembangan zaman. Menurutnya, perpustakaan modern harus mampu menjadi ruang terbuka bagi masyarakat untuk belajar, berdiskusi, hingga berkolaborasi dalam menghasilkan ide-ide kreatif.

 

“Perpustakaan bukan lagi hanya tempat meminjam buku, tetapi telah berkembang menjadi pusat informasi, pusat kreativitas, dan ruang pengembangan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan budaya literasi,” ujarnya, Minggu (17/5).

 

Ia menyebut, tantangan era digital saat ini tidak hanya soal kemudahan memperoleh informasi, tetapi juga kemampuan masyarakat dalam memilah, memahami, dan memanfaatkan informasi secara bijak. Karena itu, budaya membaca dan literasi menjadi fondasi penting dalam membangun masyarakat yang kritis, adaptif, dan inovatif.

 

Sebagai upaya memperkuat budaya literasi di daerah, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Utara terus mendorong tumbuhnya komunitas literasi, taman bacaan masyarakat, serta ruang-ruang belajar di berbagai wilayah.

 

Keberadaan komunitas literasi dan taman bacaan masyarakat dinilai memiliki peran strategis, khususnya dalam menumbuhkan minat baca anak-anak dan generasi muda. 

 

Tidak hanya menjadi tempat membaca, ruang literasi juga diharapkan mampu menjadi wadah lahirnya kreativitas, inovasi, hingga pengembangan potensi generasi muda di daerah.

 

Melalui aktivitas literasi yang aktif, generasi muda didorong untuk memiliki kemampuan berpikir kritis, berdiskusi, berkarya, dan berkolaborasi dalam menciptakan gagasan yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar.

 

Selain itu, pemerintah daerah juga terus memperkuat berbagai program pengembangan literasi, mulai dari peningkatan layanan perpustakaan, pengembangan koleksi bahan bacaan, penguatan literasi sejak usia dini, hingga membangun kebiasaan membaca di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.

 

Menurut Ilham, penguatan budaya membaca harus menjadi gerakan bersama yang melibatkan seluruh pihak, karena kualitas literasi masyarakat akan sangat menentukan kualitas sumber daya manusia di masa depan.

 

“Literasi yang kuat akan menjadi modal penting dalam menciptakan generasi yang unggul, kreatif, inovatif, dan siap menghadapi tantangan zaman,” katanya.

Momentum Hari Perpustakaan Nasional diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata, tetapi mampu menjadi pengingat bersama bahwa kemajuan daerah dan bangsa tidak bisa dilepaskan dari budaya membaca dan semangat belajar masyarakatnya.

 

“Mari jadikan perpustakaan sebagai jendela ilmu, komunitas literasi sebagai ruang bertumbuh, dan budaya membaca sebagai fondasi kemajuan daerah dan bangsa,” tutupnya. (lim)

Editor : Azward Halim
#kaltara