Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Bulungan Fokus Pembangunan Hijau, Rehabilitasi Hutan Capai 227 Hektare

Fijai RT • Sabtu, 16 Mei 2026 | 04:22 WIB
PEMBANGUNAN HIJAU: Tampak kawasan hutan di wilayah Hulu Sungai Kayan. FOTO: RADAR TARAKAN
PEMBANGUNAN HIJAU: Tampak kawasan hutan di wilayah Hulu Sungai Kayan. FOTO: RADAR TARAKAN

TANJUNG SELOR - Pemkab Bulungan terus memperkuat arah pembangunan hijau berkelanjutan melalui peningkatan anggaran desa, pengembangan kawasan terpadu hingga inovasi energi terbarukan berbasis masyarakat. Hal tersebut ditegaskan Bupati Bulungan, Syarwani.

Kepada Radar Kaltara, Syarwani mengatakan, dukungan anggaran terhadap program pembangunan hijau berbasis desa terus mengalami peningkatan signifikan dalam empat tahun terakhir.
“Pada tahun anggaran 2023 dialokasikan Rp 4 miliar untuk 33 pemerintah desa. Tahun 2024 meningkat menjadi Rp 5 miliar untuk 47 desa. Kemudian pada 2025 dan 2026 masing-masing sebesar Rp 7 miliar untuk 41 dan 45 pemerintah desa,” kata  Syarwani kepada Radar Kaltara, Rabu (13/5).

Menurutnya, peningkatan anggaran tersebut menunjukkan keseriusan Pemda Bulungan dalam memperkuat pembangunan desa yang berorientasi pada keberlanjutan lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. “Pembangunan hijau bukan hanya soal menjaga lingkungan, tetapi bagaimana masyarakat desa juga mendapatkan manfaat ekonomi secara nyata dan berkelanjutan,” ungkapnya.

TEGASKAN KOMITMEN: Bupati Bulungan, Syarwani (dua dari kanan) menyampaikan komitmen dalam pembangunan di Bulungan yang tetap memperhatikan lingkungan. FOTO: PEMKAB BULUNGAN
TEGASKAN KOMITMEN: Bupati Bulungan, Syarwani (dua dari kanan) menyampaikan komitmen dalam pembangunan di Bulungan yang tetap memperhatikan lingkungan. FOTO: PEMKAB BULUNGAN

 

Pemda Bulungan telah merealisasikan sejumlah program strategis. Di antaranya pembangunan kawasan integrated area development (IAD) Agrokompleks Desa Long Buang pada 2025 serta pengembangan Kawasan Ruang Terbuka Hijau Kebun Raya Bundayati Bulungan (KRBB). "Selain pembangunan fisik, pemerintah daerah juga menyiapkan berbagai instrumen kebijakan pendukung, seperti draft Peraturan Daerah Kebun Raya Bundayati Bulungan, Dokumen IAD Lanskap Kayan, hingga Peta Jalan TAKE Bulungan Hijau Tahun 2025," ujarnya.

“Kami juga telah menyusun dokumen keanekaragaman hayati, rencana aksi daerah gas rumah kaca tahun 2024, hingga masterplan dan database keanekaragaman hayati Kabupaten Bulungan,” sambungnya.

Syarwani menambahkan, Pemda Bulungan juga telah menerbitkan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 35 Tahun 2022 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) sebagai upaya menjaga ketahanan pangan daerah.

Tak hanya itu, pemerintah daerah juga melaksanakan rehabilitasi hutan dan lahan (RHL) seluas kurang lebih 227 hektare (ha) dengan nilai kegiatan mencapai Rp 8,9 miliar. “Langkah rehabilitasi ini penting untuk menjaga kualitas lingkungan sekaligus memulihkan kawasan yang mengalami degradasi,” tegasnya.

Untuk 2026, Pemda Bulungan telah menyiapkan sejumlah agenda lanjutan. Mulai dari profiling TAKE, kajian Peraturan Bupati TAKE dan ALAKE, kajian strategis hilirisasi IAD di Lanskap Kayan, hingga pemetaan potensi produk unggulan desa guna mendukung program prioritas satu desa satu produk. Selain itu, kajian ekonomi hijau juga akan dilakukan sebagai dasar penguatan arah pembangunan hijau berkelanjutan di Kabupaten Bulungan. “Kami ingin setiap kebijakan pembangunan memiliki dasar yang kuat dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat tanpa merusak lingkungan,” ucapnya.

Pemda Bulungan juga mulai menyiapkan inovasi kegiatan terbarukan pada 2026. Beberapa di antaranya pembangunan PLTS komunal di Desa Long Pelban, instalasi air kawasan agrokompleks Desa Long Buang, hingga perlindungan udang endemik di Desa Salimbatu. "Tidak hanya di wilayah pedalaman, pengembangan kawasan berbasis potensi lokal juga akan diperluas ke wilayah pesisir melalui rencana pembangunan IAD pesisir di Tanjung Palas Tengah dan Kecamatan Sekatak," ujarnya.

 

Syarwani berharap seluruh program tersebut mampu menjadi fondasi pembangunan hijau jangka panjang di Kabupaten Bulungan sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa.
“Pembangunan ekonomi dan perlindungan lingkungan harus berjalan seiring. Itu menjadi komitmen kami agar Bulungan tumbuh maju, hijau, dan berkelanjutan,” jelasnya. (jai/lim)

 

Editor : Azward Halim
#kaltara