15.349 Penduduk Angkatan Kerja di Kaltara Masih Nganggur
Iwan RT• Senin, 11 Mei 2026 | 08:46 WIB
STATISTIK: Kepala BPS Kaltara, Mustaqim menyampaikan kondisi ekonomi Kaltara.TANJUNG SELOR - Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Utara (Kaltara) mencatat jumlah penduduk usia kerja pada Februari 2026 sebanyak 573.408 orang.
Sebagian besar penduduk usia kerja merupakan angkatan kerja, yakni 393.545 orang atau 68,63 persen. Sisanya sebanyak 179.863 orang atau 31,37 persen termasuk bukan angkatan kerja.
Kepala BPS Kaltara, Mustaqim mengatakan, komposisi angkatan kerja pada Februari 2026 di Kaltara terdiri dari 378.196 orang penduduk yang bekerja dan 15.349 orang pengangguran.
"Jika dibandingkan Februari 2025, terjadi peningkatan jumlah angkatan kerja sebanyak 2.800 orang," ujar Mustaqim kepada Radar Tarakan beberapa waktu lalu.
Sedangkan penduduk bekerja mengalami peningkatan 2.683 orang dan pengangguran meningkat 117 orang.
Karakteristik Penduduk yang Bekerja
Untuk melihat struktur penduduk bekerja, perlu diperhatikan karakteristiknya. Karakteristik penduduk bekerja akan disajikan berdasarkan lapangan pekerjaan utama, status pekerjaan utama, pendidikan tertinggi yang ditamatkan dan jumlah jam kerja selama seminggu yang lewat.
"Komposisi penduduk bekerja menurut lapangan pekerjaan utama dapat menggambarkan penyerapan tenaga kerja di pasar kerja untuk masing-masing sektor," sebutnya.
Berdasarkan hasil Sakernas Februari 2026, lima lapangan pekerjaan yang menyerap tenaga kerja paling banyak meliputi pertanian, kehutanan dan perikanan 36,83 persen, perdagangan besar dan eceran 12,55 persen, administrasi pemerintahan dan pertahanan, serta jaminan sosial wajib 9,69 persen, lapangan usaha akomodasi dan makan minum 6,57 persen, serta industri 6,38 persen.
Berdasarkan status pekerjaan utama, penduduk bekerja dapat dikategorikan menjadi kegiatan formal dan informal.
Penduduk yang bekerja di kegiatan formal mencakup mereka yang berusaha dengan dibantu buruh tetap dan buruh karyawan. Sedangkan sisanya dikategorikan sebagai kegiatan informal, yang meliputi berusaha sendiri, berusaha dibantu buruh tidak tetap, pekerja bebas dan pekerja keluarga.
"Penduduk yang bekerja di kegiatan informal sebanyak 182.778 orang atau 48,33 persen. Sedangkan yang bekerja di kegiatan formal sebanyak 195.418 orang atau 51,67 persen," sebutnya.
Selain itu, tingkat pendidikan dapat mengindikasikan kualitas dan produktivitas tenaga kerja. Pada Februari 2026, penduduk bekerja masih didominasi oleh mereka yang berpendidikan SD ke bawah, yaitu sebanyak 32,51 persen. Sementara tenaga kerja yang berpendidikan tinggi, yaitu Diploma dan Universitas sebesar 19,27 persen.
Distribusi penduduk bekerja menurut pendidikan masih menunjukkan pola yang sama, baik pada Februari 2024 maupun Februari 2025.
Di Kaltara pada Februari 2026, sebagian besar penduduk bekerja sebagai pekerja penuh atau jam kerja minimal 35 jam per minggu, yakni 67,67 persen.
"Sementara 32,33 persen merupakan pekerja tidak penuh atau jam kerja kurang dari 35 jam per minggu," pungkasnya. (iwk/lim)