Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Ekonomi Kaltara Tumbuh di Tengah Lesunya Sektor Tambang dan Galian 

Iwan RT • Senin, 11 Mei 2026 | 08:15 WIB
Kepala BPS Kaltara, Mustaqim. FOTO: IWAN K/RADAR TARAKAN
Kepala BPS Kaltara, Mustaqim. FOTO: IWAN K/RADAR TARAKAN

TANJUNG SELOR - Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Utara (Kaltara) mencatat ekonomi Kaltara triwulan I tahun 2026 secara y-on-y atau tahunan mengalami pertumbuhan 5,23 persen. 

Kepala BPS Kaltara, Mustaqim mengatakan, kondisi ini tercatat berdasarkan produk domestik regional bruto (PDRB) menurut lapangan usaha. Hampir seluruh lapangan usaha mengalami peningkatan.

"Kecuali pertambangan dan penggalian yang terkontraksi 3,13 persen, serta pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah dan daur ulang yang terkontraksi 0,32 persen," ujar Mustaqim kepada Radar Tarakan, Jumat (8/5). 

Lapangan usaha yang tumbuh signifikan meliputi konstruksi 17,62 persen. Kemudian diikuti penyediaan akomodasi dan makan minum 15,90 persen dan administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib 13,56 persen. 

Sementara itu, sektor pertanian, kehutanan, perikanan, perdagangan besar dan eceran, serta reparasi mobil dan sepeda motor yang memiliki peran dominan masing-masing tumbuh 2,23 persen dan 9,92 persen.

Berdasarkan lapangan usaha atas dasar harga berlaku triwulan I tahun 2026, terlihat struktur PDRB Kaltara tidak menunjukkan perubahan yang berarti. 

"Perekonomian Kaltara masih didominasi lapangan pertambangan dan penggalian 25,73 persen, serta pertanian, kehutanan dan perikanan 14,91 persen," tuturnya. 

PDRB menurut pengeluaran juga menunjukkan angka pertumbuhan secara tahunan pada triwulan I tahun 2026 sebesar 5,23 persen. Pertumbuhan ini terjadi pada seluruh komponen pengeluaran. 

"Pertumbuhan tertinggi terjadi pada komponen pengeluaran konsumsi pemerintah sebesar 16,88 persen. Baru kemudian diikuti oleh pembentukan modal tetap bruto 6,01 persen," sebutnya. 

Jika dilihat dari sisi regional Kalimantan, kontribusi Kaltara tercatat paling rendah dengan nilai 8,13 persen. Sedangkan Kalimantan Timur tertinggi dengan kontribusi 46,48 persen, disusul Kalimantan Barat 17,61 persen, Kalimantan Selatan 15,39 persen, serta Kalimantan Tengah 12,39 persen. (iwk/lim)

Editor : Azward Halim
#kaltara