TANJUNG SELOR - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) melalui Dinas Kehutanan (Dishut) terus melakukan berbagai upaya untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kepala Dishut Kaltara, Nur Laila mengatakan, berdasarkan data titik hotspot dari Kementerian Kehutanan (Kemenhut), periode Juli, Agustus hingga September itu merupakan posisi waspada kebakaran.
Menyikapi hal ini, ia mengaku bahwa dari Dishut Kaltara akan melibatkan sejumlah pihak terkait untuk melakukan antisipasi secara bersama, termasuk melibatkan masyarakat hingga ke tingkat tapak. "Yang harus dilakukan untuk kesiapsiagaan, yaitu jangan membakar lahan tanpa pengawasan, baik itu secara pribadi atau perusahaan," ujar Nur Laila kepada Radar Tarakan saat ditemui di Tanjung Selor, Kamis (7/5).
Sebagai perangkat daerah yang membidangi kehutanan, ia menegaskan bahwa Dishut Kaltara tentu melakukan patroli rutin bersama masyarakat yang telah dibentuk khusus di tingkat tapak, yang dinamakan masyarakat peduli api. "Kami punya kelompok masyarakat peduli api ini yang tersebar di Kaltara," katanya.
Dalam waktu dekat ini, sebagaimana instruksi Gubernur Kaltara, pihaknya akan melakukan rapat gabungan dengan sejumlah perangkat daerah terkait, di antaranya seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). "Karena kebakaran ini tidak memilih tempat. Jadi nanti kita sama-sama patroli gabungan ke lokasi yang tinggi potensi kebakatannya," kata Nur Laila.
Selain itu, pihaknya juga menggerakkan polisi hutan (polhut) yang ada di wilayah provinsi ke-34 Indonesia ini untuk terus melakukan pemantauan. "Saat ini polhut juga terus melakukan pemantauan, karena kan dia juga masuk di dalam pengamanan, pencegahan dan pengendalian kebakaran," pungkasnya. (iwk/lim)
Editor : Azward Halim