TANJUNG SELOR - PT Pertamina Patra Niaga memperluas layanan helpdesk subsidi tepat di Kalimantan Utara (Kaltara) dengan tujuan mempermudah masyarakat mengakses BBM bersubsidi. Langkah ini diklaim sebagai upaya memastikan distribusi energi lebih tepat sasaran.
Sales Branch Manager (SBM) Kaltimut V Fuel, Muhammad Naufal Atiyah, menyebut layanan ini hadir untuk memberikan pendampingan langsung kepada masyarakat, khususnya dalam proses pendaftaran program. “Melalui helpdesk subsidi tepat, kami ingin memastikan masyarakat mendapatkan pendampingan yang mudah, cepat, dan tuntas,” ujarnya, Senin (4/5).
Layanan ini juga ditujukan untuk mengatasi berbagai kendala teknis yang selama ini kerap dikeluhkan, seperti gagal registrasi, verifikasi data, hingga penggunaan QR Code di lapangan. Namun, perluasan helpdesk ini sekaligus mengindikasikan bahwa persoalan teknis dalam program Subsidi Tepat belum sepenuhnya terselesaikan.
Di Kota Tarakan, layanan tersedia di SPBU 64.771.01. Sementara di Kabupaten Bulungan, masyarakat dapat mengakses helpdesk di SPBU 63.772.01. Keberadaan booth di SPBU diharapkan dapat membantu masyarakat secara langsung tanpa harus bergantung pada sistem digital semata. “Berbagai kendala di lapangan bisa langsung ditangani petugas hingga tuntas,” jelas Naufal.
Selain layanan tatap muka, masyarakat juga dapat mengakses bantuan melalui call center 135 maupun kontak khusus wilayah Kaltara. Pertamina menekankan bahwa kemudahan akses menjadi prioritas dalam pelaksanaan program ini.
Meski demikian, efektivitas program tetap akan sangat bergantung pada kesiapan sistem dan literasi digital masyarakat. Tanpa perbaikan menyeluruh, kehadiran helpdesk berpotensi hanya menjadi solusi sementara, bukan penyelesaian akar masalah dalam distribusi BBM bersubsidi.
Pertamina berharap, dengan berbagai kanal layanan yang tersedia, distribusi subsidi energi di Kaltara bisa lebih transparan dan tepat sasaran. Tantangannya kini adalah memastikan kemudahan yang dijanjikan benar-benar dirasakan masyarakat, bukan sekadar respons atas keluhan yang terus berulang. (jai/lim)
Editor : Azward Halim